Minggu Panggilan - Live-in Biarawati Lingkungan St. Gregorius

Dalam rangka Minggu Panggilan, Paroki Cikarang mengundang para biarawan dan biarawati untuk live-in di lingkungan pada tanggal 24 Agustus 2019. Berikut sekilas cerita dari salah satu lingkungan tentang dinamika yang ada saat live-in.

 

Biarawati yang berkenan hadir di Lingkungan St. Gregorius adalah Suster Thresmiati, CB dan menginap di keluarga Bp. Dominikus Isti Raharjo. Diawali dengan penjemputan di Sekolah Trinitas jam 11 siang, Sr. Thres diajak untuk menuju rumah tinggal. Kegiatan selanjutnya adalah Misa Sabtu sore bersama keluarga. Dalam perjalanan Misa, sudah terjadi interaksi tanya jawab dengan Suster mengenai beberapa hal bagaimana menjadi seorang Suster.

       

Sharing Suster bersama lingkungan diadakan jam 19.30 di rumah Bp. Beni Yuliantono dengan peserta seluruh umat lingkungan (Wulan, Dewasa, BIA & BIR). Acara dimulai dengan ibadat peringatan 1 tahun meninggalnya Ibu Ponilah (Ibu dari Bp. Purwo Santoso) dilanjutkan dengan perkenalan oleh Ketua Lingkungan Bp. Antoni Irawan.

Suster Thres mengawali cerita dengan kisah perjalan dari Jakarta menuju Cikarang yang sempat “keblasuk” naik keretanya. Hal ini cukup mengundang senyum diantara kita, memang perlu perjuangan menuju Cikarang.

Sharing sebuah panggilan tidak harus mulai masuk novisiat pada usia muda (usia sekolah). Banyak biarawan/biarawati yang masuk novisiat setelah selesai kuliah bahkan sudah bekerja. Maksimal usai masuk novisiat adaah 30 tahun, karena mempertimbangkan aktivitas saat nanti berkarya.

Tahapan menjadi biarawati adalah melalui tahap novisiat selama 3 tahun, hal ini tentu berbeda dengan menjadi calon imam yang harus sekolah di seminari. Ordo Suster CB bergerak pada misi kesehatan dan pendidikan. Bidang kesehatan antara lain RS Carolus Jakarta,  RS Borromeus Bandung , RS Panti Rapih Yogyakarta. Sedangkan bidang pendidikan yaitu Sekolah Tarakanita, Stella Duce di Sumatra, Jawa dan NTT.

Menurut Suster Thres, panggilan adalah misteri. Kekuatan seorang biarawan/wati adalah doa, semua permasalahan haruslah diselesaikan dengan doa. Jika seorang biawaran/wati keluar dari panggilannya, perlu dipertanyakan seberapa dalam penyerahan diri dalam doa. Kekuatan doa adalah sangat luar biasa.

Dikisahkan dalam menuju panggilan menjadi biarawati, perjalanan Sr. Thres tidaklah mulus. Pada masa kanak-kanak, Thres kecil adalah anak yang rajin ikut misa harian di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Lingkungan sekolah Katolik yang dipakai dalam menuntut ilmu juga menimbulkan keinginan untuk menjadi seorang suster. Namun setelah keinginannya diutarakan kepada orangtuanya, jawaban dari ibunda jauh dari yang diharapkan. Ibunda tidak mengijinkan Thres kecil masuk menjadi suster. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena Suster Thres adalah anak pertama dari 5 saudara. Harapannya anak pertama harus bekerja untuk membantu adik-adiknya.

Akhirnya Sr. Tres masuk Sekolah Perawat dan bekerja menjadi seorang perawat. Saat itu keinginan menjadi seorang suster masih sangat kuat, sehingga cita-cita menjadi seorang suster masih kuat dai dalam dirinya. Keingingan ini luntur saat ibundanya dipanggil oleh Bapa di Surga. Sr. Thres sangat terpukul dan merasa Tuhan itu tidak adil, sudah meminta ibunda kembali di saat dirinya belum siap. Sepeninggal ibunda, Sr. Thres menjalani kehidupan menjadi seorang perawat biasa seperti layaknya gadis muda yang juga pernah mempunyai pacar, karena memang keinginan menjadi suster tidak ada lagi.

Karya Tuhan sungguh misteri, suatu saat Sr. Thres mengalami kecelakaan mobil yang membuat kendaraan yang sedang ditumpanginya berguling beberapa kali. Syukur kepada Tuhan, atas kuasa penyertaan-Nya, Sr. Thres hanya mengalami lecet-lecet saja. Peristiwa ini membuat Sr. Thres merasakan cinta Tuhan yang sangat luar biasa. Dari sinilah panggilan menjadi seorang suster muncul kembali. Kemudian Sr. Tres masuk ke Novisiat CB dan saat ini menjadi Suster Thresmiati yang sekarang bersama kita.

Kehadiran Suster Thres membukakan mata hati kita tentang kuasa kasih Kristus yang tiada berkesudahan. Selamat menjalani tugas perutusan sebagai suster dan selamat menyelesaikan pendidikan di akhir Agustus ini. Kami turut mendoakan untuk karya suster agar selalu membagikan kebahagiaan kepada sesama. Amin

 

Al Pramono


Post Terkait

Comments