Ziarah merupakan salah satu kegiatan mewujudkan iman Kristiani dalam ranah publik (secara terbuka, di hadapan umum). Melalui ziarah, kita secara terbuka menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini sungguh merupakan proses peziarahan menuju tanah air surgawi.
Ziarah sebagai suatu latihan rohani, sudah dikenal sejak dahulu kala. Saudara-saudara kaum Muslim melakukan ziarah ke Tanah Suci, umat Katolik juga melakukan ziarah ke Tanah Suci. Ziarah juga dilakukan khususnya ke tempat yang berhubungan dengan sengsara dan kebangkitan Tuhan. Peziarahan juga dihubungkan dengan Santa Perawan Maria, bahkan sekarang ini tempat-tempat peziarahan yang ada selalu dihubungkan dengan Santa Perawan Maria.
Minggu, 30 Juni 2019 para katekumen Paroki Cikarang periode 2019-2020 sebanyak 55 orang melakukan ziarah ke Goa Maria Sendang Kahuripan di Sekolah Pangudi Luhur – Kota Deltamas sebagai bagian rangkaian pengajaran. Mereka didampingi oleh Bapak Bruno untuk mengenangkan peristiwa sengsara yang dialami-Nya, yang dimaknai melalui 14 perhentian dalam Jalan Salib. Seluruh perhentian ini mengajak katekumen sebagai calon umat Katolik untuk menghayati penderitaan Yesus mulai dari saat Dia diserahkan untuk dihukum mati, sampai dimakamkan setelah mati di kayu salib. Diharapkan para katekumen belajar meneladani sikap Yesus yang berserah penuh pada Allah Bapa, bukan semata-mata sebagai ibadah. Yesus tak pernah mengeluh, meski sempat terjatuh sampai tiga kali saat Dia memanggul salib yang berat.
Saya, sebagai salah satu katekumen, mengikuti prosesi Jalan Salib ini untuk pertama kalinya. Sungguh sangat menarik dan penuh makna teladan dari Bunda Maria. Bahkan seorang oma yang sudah lanjut usia pun diberi kekuatan untuk bisa mengikuti Jalan salib ini. Momen ini menjadikan semua peserta katekumen lebih saling mengenal dan suasana guyub semakin terasa. Sungguh luar biasa kasih Tuhan.
Diharapkan para katekumen sebagai calon umat Katolik bisa menghormati makna penebusan dosa sekaligus mengamalkan teladan Yesus. Hendaklah tiap hari kita selalu bersyukur karena segala dosa kita telah ditebus oleh-Nya dengan darah mulia.
Liputan : Purwo Santoso
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa