Ziarah Katekumen Paroki Cikarang 2019-2020 ke Gua Maria Sawer Rahmat – Cisantana, Kuningan

Tanggal 13 Oktober 2019 pukul 4 pagi, suasana di lahan Gereja sudah mulai ramai. Satu per satu peserta ziarah mulai berdatangan. Baju-baju putih yang dipakai sangat kontras dengan cuaca yang masih gelap. Pagi yang dingin itu tidak mengurangi keceriaan mereka. Obrolan ringan terdengar di sana sini sambil menunggu keberangkatan. Sementara panitia sibuk melakukan pengecekan persiapan keberangkatan. Cahaya keemasan mulai terlihat di ufuk timur ketika perlahan-lahan Bus mulai meninggalkan lokasi berkumpul. Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Haryanto, berangkatlah 57 orang peserta Katekumen termasuk para pembimbing menuju ke Gua Maria Sawer Rahmat – Cisantana, Kuningan, Jawa Barat.

Suasana di dalam bus sangat meriah, suara emas peserta mulai terdengar. Tembang-tembang lawas dan hits terbaru mengiringi perjalanan. Masih dilanjutkan dengan kuis dari Panitia seputar materi yang didapat selama ini. Setiap peserta yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah yang telah disiapkan oleh panitia.

Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, tibalah rombongan di lokasi. Disambut cuaca pagi yang cerah dan udara yang sejuk, para peserta mulai bersiap-siap melakukan Jalan Salib. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing dipimpin oleh seorang Pembimbing. Perlahan-lahan setiap kelompok mulai bergerak dari satu perhentian ke perhentian berikutnya. Medan yang cukup berat memang sangat menguras stamina. Jalan yang mendaki dan berliku memaksa beberapa peserta berjalan lambat. Semangat terpancar di wajah peserta. Doa rosario tetap didaraskan lantang dan keras dari satu perhentian ke perhentian berikutnya.

Wajah-wajah serius dan antusias terlihat saat mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus yang dibacakan pada setiap perhentian. Suasana penuh hikmat melingkupi para peserta. Penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus seakan terjadi di depan mata. Cerita tentang penyaliban Tuhan Yesus sangat menguras emosi peserta. Bahkan ada seorang Oma sangat antusias mengikuti prosesi Jalan Salib tersebut. Padahal dengan kondisi fisiknya yang sakit, bahkan berjalan pun harus tertatih-tatih beliau tetap memaksakan ikut. Dengan kebulatan tekadnya Oma ini bisa mencapai perhentian ke 9. Sunggu merupakan hal yang luar biasa. Setelah itu beliau dibawa turun dengan ditandu ke tempat pemberhentian bus.

Sekitar jam 12 siang seluruh prosesi Jalan Salib selesai dilaksanakan. Para peserta selanjutnya berdoa di depan Gua Maria. Ada yang membasuh tangan, kaki dan wajahnya dengan air suci yang tersedia di tempat itu. Setelah foto bersama di depan Gua Maria, para peserta turun ke tempat pemberhentian bus dan menuju ke lokasi makan siang yang berada di halaman gereja Maria Putri Murni Sejati  - Cigugur, Cisantana. Sehabis makan siang, Bapak Herman Kanga menjelaskan tentang rencana belajar dan kegiatan Katekumen di akhir tahun 2019 ini dan tahun 2020. Selanjutnya Bapak Haryanto mengisahkan berdirinya Gereja Katolik Maria Putri Murni Sejati dimana pada tahun 1980 pernah terbakar habis dengan hanya menyisakan sebuah salib yang sudah menghitam. Salib ini masih terpasang di dalam gereja sebagai saksi sejarah peristiwa tersebut. Selanjutnya dikisahkan bagaimana perjalanan Paroki Cikarang yang awalnya bernama Stasi Hendrikus dan akhirnya berdiri menjadi sebuah Paroki. Kekuatan Paroki Cikarang terletak pada umatnya yang rukun, kompak dan peduli akan sesama. Walaupun fisik gereja belum berdiri, namun Paroki Cikarang berhasil membangun gereja yang sebenarnya. Gereja yang bertumbuh dari kekuatan iman dari umatnya.

Pukul 15.00 rombongan bertolak dari Cisantana dan tiba di Lippo Cikarang sekitar pukul 19.00. Wajah-wajah lelah terpancar, namun dengan langkah mantap dan senyum sukacita mereka kembali ke rumah masing-masing.

Tema ziarah adalah “Kebersamaan Membawa Sukacita”. Dan tema ini sangat tepat menggambarkan kebersamaan para peserta. Sudah tidak ada lagi jarak antara Pembimbing dan peserta. Para peserta bergaul akrab satu dengan yang lainnya. Sebagaimana terlihat pada saat beberapa orang peserta dan Pembimbing makan pisang goreng dan minum kopi bersama di sebuah warung sambil bercandaria. Terlihat semuanya sangat bersukacita.

Sekarang kita semua sudah kembali dengan perziarahan kita masing-masing. Ziarah Iman harus terus kita lakukan untuk menuju tanah air surgawi. Sebagai peserta Katekumen, kita masih harus berziarah sampai bulan April 2020 nanti. Apakah nanti kita bisa mencapai garis akhir atau tidak, itu semua kembali kepada iman kita masing-masing. Penderitaan Tuhan Yesus karena menebus dosa manusia yang telah kita rasakan pada saat prosesi Jalan Salib di Gua Maria Sawer Rahmat - Kuningan harusnya menjadi cambuk bagi kita semua untuk lebih yakin dan percaya pada-Nya. Sehingga nanti kita bisa dibaptis menjadi umat Katolik yang sejati.

 

Hengky Sigarlaki - Katekumen 2019/2020


Post Terkait

Comments