Yesus Menjanjikan Penghibur

Saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, pada hari ini kita mau kembali mendengarkan apa yang dikatakan Yesus kepada kita lewat sabda-Nya. Menjelang perpisahan dengan murid-murid-Nya ,Yesus mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh hati terutama para murid : ”Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh 14:18)

Kita tahu bahwa perkataan Yesus ini disampaikan kepada murid bukan tanpa makna. Dan bukanlah perkataan dari hubungan yang biasa tetapi hubungan yang sangat intim sebagaimana hubungan orang tua dengan anak-anaknya. Kita tahu bahwa para murid selalu bersama-sama dengan Yesus. Keakraban murid dengan Yesus sudah tidak perlu diragukan lagi. Pagi, siang, sore dan malam mereka selalu bersama. Bagi para murid, Yesus adalah pengayom dan pemelihara mereka. Sekaligus penasihat dan teladan hidup mereka dalam melaksanakan karya pelayanan.

Yesus menyadari apa yang dikatakan-Nya. Bahwa Dia tahu arti menjadi yatim piatu dan mengetahui bagaimana perasaan seseorang bila ditinggalkan oleh mereka yang mengarahkan
hidup dan teladan yang ditinggalkan. Itulah sebabnya Yesus menjanjikan Penghibur (Roh Kudus) yang akan menemani dan menuntun langkah hidup para murid.

Kenaikan Yesus ke surga bukan berarti penyertaan-Nya, pemeliharaan-Nya berakhir. Namun sebaliknya, Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Roh Kudus yang dijanjikan-Nya untuk mempersatukan yang berbeda menjadi satu dengan Allah. Roh Kudus juga akan memampukan kita untuk mampu berkomunikasi lintas budaya agama, suku dan bahasa kasih.

Saudara/i yang terkasih, memang kita akan merasa takut apabila yang kita kasihi meninggalkan kita. Merasa kesepian yang selama ini kita dapat bersama orang yang kita kasihi, tetapi sekarang tidak lagi. Hal demikian juga dialami oleh para murid Tuhan Yesus. Namun Yesus menjanjikan penolong yakni Roh Kudus. Sehinga merubah suasana hati para murid.

Perpisahan disini menjadikan para murid semakin mampu mandiri dan berjuang untuk melaksanakan misi lewat pengabdian diri mereka secara total dengan saling mengasihi satu sama lain. Itulah kehendak Tuhan.

Marilah saudari/a terkasih, kita juga memberikan diri kita sepenuhnya untuk mau ikut ambil bagian dalam karya pelayanan Tuhan dengan saling memberikan kasih. Memang ada saatnya
kita merasa takut, kesepian, gelisah, namun tetap memiliki pengharapan. Apa yang kita alami sekarang sebagai bukti bahwa Allah selalu menjaga hidup kita. Sebagai bukti cinta kasih Tuhan. Maka tinggallah di dalam kasih-Nya dan lakukanlah perintah-Nya sebab disanalah jalan menuju hidup bahagia.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments