Tetap Menghayati Semangat Ibu Teresa di Tengah Perkembangan Gereja

Dalam Rapat Dewan Pleno kali ini yang dilaksanakan pada Minggu, 12 Mei 2019, agenda utama adalah refleksi dari Bidang Peribadatan serta refleksi dari lingkungan-lingkungan di sektor Cibitung.

Refleksi Bidang Peribadatan menyampaikan tentang visi misi dan prosedur pelaksanaan seputar peribadatan. Diharapkan para pengurus lingkungan dapat menyampaikan kepada umat sehingga semua bagian bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar.

Refleksi karya lingkungan di sektor Cibitung (lingkungan Maria, Maria Assumpta dan Maria Zakaria) mem- berikan kesimpulan bahwa sektor tersebut sudah menjalankan dinamika karya lingkungan pada umumnya seperti di bidang kesehatan, pendidikan, paguyuban dan beberapa kegiatan lainnya seperti tindakan sadar akan lingkungan.

Setelah semua sesi selesai, ada tambahan informasi dari Panitia Pembangunan Gereja yang disampaikan oleh Pak Agus mengenai kemajuan pengalangan dana baik dari Dana Solidaritas Umat maupun Kupon Berbagi Kasih.
 

Pada Rapat Dewan Pleno bulan April 2019 dilakukan pengundian kupon Berbagi Kasih untuk Dana Pembangunan Gereja yaitu sebuah handphone dan sebuah sepeda MTB yang diterima oleh umat dari lingkungan Kalistus. Untuk undian bulan ini pemenangnya adalah Putrinita Eliza (lingkungan Monika) mendapatkan sebuah sepeda MTB dan ibu Trijeningsih (lingkungan Yakobus) mendapatkan sebuah handphone. Masih ada informasi dari Pantia Perayaan Nama Pelindung Paroki mengenai susunan panitia dan berbagai kegiatan yang akan dilakukan untuk perayaan ini.

Pada bagian input session yang dibawakan oleh Romo Antara, beliau menyampaikan bahwa dalam proses perkembangan suatu hal dibutuhkan penghayatan. Sama halnya seperti perkembangan pembangunan gereja, dibutuhkan penghayatan total dalam menghayati Semangat Ibu Teresa. Beliau menyampaikan hal ini karena meli
hat mulai lunturnya semangat Ibu Teresa. Khususnya dalam hal sumbangan sukarela.

Pada dasarnya sumbangan sukarela adalah bentuk partisipasi bagi yang rela, tanpa ada paksaan. Namun terkadang ada anggapan bahwa sumbangan tersebut memaksa sehingga seringkali ada pihak yang merasa terbebani. Jika dikaji bersama, hal tersebut bukan suatu contoh dalam penghayatan Semangat Ibu Teresa.

Hingga akhir rapat, para Ketua lingkungan dimohon untuk mengajak umat terus mendukung karya-karya dan kerja bersama para ketua lingkungan, Dewan Paroki dan semua tim yang menjadi unsur penyelenggara perkembangan Paroki Cikarang.

Sumber: Aura & Widodo

Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi Warta Teresa

 


Post Terkait

Comments