Sekilas Catatan dari Baptis Dewasa - Setelah Penantian Panjang

Halo sahabat yang terkasih, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga senantiasa diberi rahmat kesehatan dari Tuhan.

Pada kesempatan yang indah ini saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman saya selama menjadi katekumen dari tahun 2019-2021. Haaah kok lama banget, bukannya masa katekumenat hanya 1 tahun? Mungkin beberapa orang bertanya seperti itu. Kenapa sih bisa berbeda dari biasanya?

Dalam eklesiologi, katekumen adalah orang yang menerima bimbingan dan penyuluhan mengenai azas-azas ajaran agama Katolik dari seorang katekis sebagai langkah persiapan
sebelum dibaptis. Biasanya masa katekumenat berkisar dari 3 bulan – 1 tahun, namun bagi kami para katekumen tahun 2019 ada sesuatu yang spesial.

Umumnya calon baptis akan dibaptis pada malam Paskah, namun adanya pandemi COVID-19 yang merubah hampir seluruh tatanan kehidupan, banyak hal ditunda dan tidak dapat
dilakukan sebagaimana mestinya. Kehidupan menggereja pun terdampak. Kami cukup sedih dan kecewa tidak dapat dibaptis pada malam Paskah yang lalu. Namun penantian yang cukup panjang ini terbayarkan sudah pada hari Sabtu, 16 Januari 2021.

Pukul 13.15 saya dan orangtua pergi ke gereja menggunakan kendaraan pribadi. Karena pandemi maka kami diwajibkan memakai masker, membawa hand sanitizer, menjaga jarak, untuk meminimalisir penyebaran virus maka sebelum ke gereja untuk dibaptis ada banyak hal dan aturan ketat yang harus kami taati, diantaranya harus mengisi data diri dan keterangan kesehatan melalui Google Form.

Setelah sampai di gereja saya harus mencuci tangan, lalu di pintu masuk disambut oleh para petugas yang akan mengecek suhu tubuh dan QR Code yang telah dibagikan setelah
kami terdaftar di Belarasa. Jarak antar kursi sangat jauh kira-kira 1 meter tiap kursi, dan kami tetap harus duduk dalam posisi silang sehigga jarak kami dari yang lain sekitar 2 meter. Kami juga merasa aman dikarenakan Romo, para petugas yang sangat terbatas jumlahnya, dan semua yang hadir memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

Namun rasa syukur kami yang besar karena akan dibaptis dibarengi dengan perasaan agak sedih. Di momen penting seperti ini keluarga tidak dapat ikut serta untuk melihat secara langsung proses pembaptisan. Suasana gereja menjadi amat sepi, tenang dan lebih khusyuk dikarenakan wali baptis diwakili oleh 2 orang saja. Wali baptis Katekumen putri diwakili oleh Ibu Florentina Dwi Utaminingtyas dan wali baptis Katekumen putra diwakili oleh Bapak Benediktus Yudi Setiawan.

Demi keamanan dan kenyamanan bersama, maka para sanak saudara serta keluarga hanya menyaksikan kami melalui siaran streaming di Channel YouTube paroki Cikarang. Para katekumen dibaptis oleh Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr. Dalam homilinya, Romo Camel berpesan agar setelah dibaptis dan menerima Yesus Sumber Terang sejati, kami pun harus bisa menjadi cahaya yang dapat dibagikan kepada orang lain. Sebanyak 17 orang katekumen telah dibaptis.

Lalu apa yang berkesan bagi saya? Saya sangat merasa spesial karena setelah belajar hampir 1 tahun, harus menunggu juga hampir 1 tahun untuk akhirnya bisa dibaptis. Aula yang sangat besar yang biasanya berisi ratusan orang kini dipakai hanya untuk membaptis 17 orang. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya para katekumen dibaptis malam hari, namun kini dibaptis pada siang menjelang sore hari. Ini semua merupakan sesuatu yang spesial bagi saya dan sungguh sangat menyenangkan dapat menjadi anggota Gereja Katolik. Setelah saya dibaptis saya ingin merealisasikan pesan Romo Camel yaitu “Menjadi cahaya yang dapat dibagikan kepada orang lain”. Saya ingin menjadi orang yang dapat menyalurkan kasih dan dengan sukacita membantu pelayanan dalam gereja sehingga saya dapat menjadi cahaya yang dapat terus dibagikan tanpa redup sedikitpun. Terima kasih kepada Romo Camel yang telah membaptis saya dan para katekis yaitu Pak Herman, Pak Barnabas, Pak Bruno, Pak Haryanto dan Ibu Dyah yang selama ini dengan sabar membimbing dan membina kami. Tuhan memberkati. Amin.

Penulis : Stefanus Chanda Yasa

Dokumentasi : Tim KomSos Paroki Cikarang


Post Terkait

Comments