Retret Pembebasan 2022 - Rumah Retret Ursulin Bandung, 23-25 September 2022

Setelah sempat vakum selama 2 tahun karena pandemi COVID-19, Paroki Cikarang tahun ini kembali mengadakan acara Retret Pembebasaan untuk para pengurus lingkungan, Seksi/SubSeksi dan Dewan Paroki Harian. Retreat telah berlangsung pada 23-25 September 2022 di Rumah Retreat Ursulin (Jl. Supratman I, Cihapit, Bandung). Tema besar tahun ini adalah “Pelayananku Menjadi Berkat Bagi Sesama” dan dibantu pelaksanaannya oleh lingkungan St. Agnes, didampingi DP bidang PPP (Pelatihan dan Pengembangan Paroki).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tujuan retret ini adalah membantu para aktivis paroki memperoleh kebebasan dari belenggu kehidupan agar lebih optimal dalam berkarya untuk mendapatkan buahbuah roh yang dapat memperkaya spiritualitas dan iman para peserta.

Tentunya untuk menyamakan langkah, misi, visi dan spiritualitas sebagai aktivis di Paroki Cikarang. Peserta Retret Pembebasan tahun ini adalah sebanyak 48 orang (4 orang mengundurkan diri sebelum hari H karena sakit dan pekerjaan), terdiri dari 18 orang wanita dan 30 orang pria. Pengurus lingkungan sebanyak 33 orang, 6 orang pengurus seksi/sub seksi dan 9 orang DPH.

Rangkaian acara dimulai pada hari Jumat, 23 September 2022 dimana para peserta berkumpul di Pom Bensin samping kampus BSI. Sebanyak 15 kendaraan peserta mengangkut para peserta yang telah berkumpul. Namun juga ada beberapa peserta yang berangkat dari tempat kerjanya. Sebagian panitia berangkat lebih awal guna menyiapkan lokasi acara dan mulai menyambut kedatangan peserta di RR Ursulin di sore hari. Pada pukul 18.45 semua peserta telah hadir lengkap (diluar dugaan panitia, mengingat jalan menuju kota Bandung sangat padat pada saat akhir pekan). Setelah semua masuk ke kamar masing-masing untuk mandi dan menyantap snack sore, tepat pada pukul 19.00 acara retret dimulai dengan makan
malam bersama.

Setelah itu dilanjutkan dengan Sesi 1 yaitu Pembuka, yang diisi dengan perkenalan para peserta dan penjelasan peraturan retret oleh DP pendamping yaitu Bapak Hanung dan pengantar oleh Rm. Antara. Dalam kesempatan ini Romo juga menjelaskan karena retret ini acara refleksi dan permenungan diri, maka selama retret peserta wajib menjaga suasana tenang (Silentiun Magnum). Peserta dilarang saling berbicara kecuali saat sharing dan dilarang mengunakan HP dari malam itu hingga acara berakhir pada Minggu siang.

Setiap bentuk “hukuman” atas peraturan itu atas kesadaran sendiri wajib membayar denda sebesar Rp 5 ribu untuk 1 kali pelanggaran. Acara malam itu ditutup dengan doa malam/Ibadat panggilan pada pukul 21.00 hingga berakhir pada pukul 21.50. Setelah itu peserta kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat malam. Suasana tidur malam terasa lebih merdu dengan dengkuran para peserta yang kecapekan… hehehe…

Hari ke-2 acara dimulai tepat pada pukul 06.00 dimana Romo melantunkan lagu 10000 Reasons dari Matt Redman sebagai penanda memanggil para peserta. Di hari kedua ini terdiri dari 7 sesi dengan jeda diantaranya untuk snack, makan, istirahat dan mandi. Masih dalam suasana silentium, tiap peserta diajak untuk berefleksi melalui beberapa metode yaitu dengan Doa Hening, Doa Fantasi, Lectio Devina dan Doa Kontemplasi. Suasana Rumah Retret Ursulin yang teduh rindang damai (dan Instagramable... sayang tidak boleh pegang Handphone... Hehehe) sangat mendukung peserta untuk berefleksi.

Dalam sesi sharing yang dipimpin Frater Billy, banyak peserta yang aktif menceritakan pengalaman refleksinya dari sudut pandang masing-masing. Acara hari ini ditutup dengan Misa Rekonsiliasi pada pukul 20.00. Dalam misa ini Romo mengajak peserta merenungkan dan mengenang orangtua kita dan agar kita berdamai dengan segala masa lalu kita. Banyak peserta yang menitikkan air mata dalam perenungan ini.

Setelah misa, Romo memberikan kesempatan kepada 10 orang peserta untuk melakukan pengakuan dosa dan kepada peserta yang ingin sharing dan “curhat” bisa menghubungi Frater Billy. Semua acara selesai pada pukul 00.00.

Hari ke 3 tetap dimulai pukul 06.00, diawali dengan sesi 11 yaitu Lectio Devina, dimana setiap peserta diajak untuk berpengharapan yang membebaskan kita dari kesombongan dan keputusasaan. Setelah raga mendapatkan santapan, Romo membagi para peserta berdua-dua
untuk merefleksikan perjalanan 2 murid yang menuju Emaus, dimana kita membiarkan Tuhan berbicara lewat sabda-Nya.

Dalam sharing berpasangan, mereka tampak antusias menceritakan refleksinya untuk memperkaya iman dan saling menguatkan. Setelah berpasangan, peserta diajak sharing dalam kelompok untuk membahas beberapa hal diantaranya: buah rohani apa saja dan materi apa yang menarik yang didapat selama retret, yang kemudian disharingkan per kelompok. Sesi penutup seluruh rangkaian acara adalah Misa perutusan pada pukul 11.30 dimana para peserta diminta menuliskan apa saja yang menjadi niat niat mereka sebagai manusia baru.

Penghujung acara tentunya makan siang yang berlangsung dengan suasana bahagia penuh tawa karena suasana silentium telah berakhir dan boleh pegang handphone lagi. (inilah pantangan paling sulit untuk para peserta… hehehe...) Selanjutnya para peserta pulang menuju Cikarang dengan perasaan gembira karena telah di-charge secara iman semangat serta dengan  ”full battery” siap melayani umat di Paroki Cikarang.

Selamat menjadi manusia baru yang … bebas dari … bebas untuk … bebas dalam …

Liputan dan Gambar : Roberto


Post Terkait

Comments