Pengalaman kali ini merupakan suatu perjalanan rohani yang seru. Biasanya, di akhir pekan bangun tidurnya agak bermalas-malasan. Tapi suasana ber- beda di Sabtu pagi tanggal 30 Maret 2019, mau tidak mau bangunnya harus lebih pagi karena titik kumpul di Sekolah St Leo III Jababeka, berangkat tepat jam 07.00 pagi menuju Paroki St. Maria Kota Bukit Indah Purwakarta dengan 1 bis besar dan beberapa mobil minibus sebagai tambahan karena peserta Ziarek berjumlah 90 orang. Perjalanan dengan tanpa hambatan berarti, dan tiba di lokasi Paroki St. Maria Kota Bukit Indah Purwakarta jam 09.00 pagi.
Sedikit cerita, waktu di dalam bis sewaktu dalam perjalanan, dengan serunya para bapak-bapak ngamen dan juga diselingi dengan games dengan mengunakan media sosial menebak gambar yang dikomandani oleh pak Willybrodus selaku seksi acara.
Wow, bangunan gerejanya berukuran sangat besar dan di-design tanpa menggunakan AC serta merupakan gereja terbesar ke-2 di Keuskupan Bandung. Ekspresi yang polos penuh kegembiraan dari sebagian anak-anak BIA ketika sampai di lokasi gereja yang besar dan megah.
Setiba di lokasi kami disambut oleh pak Eko, salah satu DPH di Gereja Katolik Paroki St. Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta. Tepat jam 09.30 acara dimulai dengan perkenalan sekaligus sedikit gambaran Paroki dan umat yang dibawakan oleh pak Eko.
Setelah perkenalan dilanjutkan dengan ice breaking dan games sebagai peng- antar yang dipandu oleh seksi acara pak Willy. Kemudian dilanjutkan dengan acara Jalan Salib untuk dewasa yang dipandu oleh Prodiakon pak Morist dan BIA sendiri dipisahkan dan mereka doa Rosario bersama yang dipandu oleh beberapa pembimbing BIA.
Dalam setiap perhentian Jalan Salib, kita diajarkan tindakan nyata untuk berbagi kasih dengan sesama, penuh cinta dan juga ikut serta dalam memelihara ling- kungan hidup di sekitar kita. Seperti halnya dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk memperbaharui diri dan sikap kita terhadap sesama dan lingkung- an, bukan hanya pertobatan batin tapi juga dibarengi dengan memelihara lingkungan sebagai bagian dari pertobatan ekologi (seperti yang diajarkan oleh Bapak Paus Fransiskus 24 Mei 2015 dalam buku Ensiklik “Laudato Si). Selain dari ajakan tersebut, umat atau peserta juga pada saat makan kita pakai piring rotan dengan dialasi daun pisang dan juga membawa tempat minum tumbler.
Pada jam 11.30 dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Romo Paul. Dalam Homilinya Romo Paul menekankan pentingnya saling berbagi, saling mendukung dan lebih aktif dalam setiap kegiatan Lingkungan sesuai dengan Tema Ziareknya: “Berikan yang Terbaik dari apa yang Engkau Miliki”. Selesai Misa dilanjutkan dengan makan siang bersama dan dilanjutkan ramah-tamah dengan Romo Paul. Setelah ramah- tamah selesai dan sedikit pemberian kenangan ke Romo Paul sebagai ke- nangan dari umat Laurentius.
Setelah Romo pamit istirahat dilanjutkan dengan acara games terpimpin mulai dari games khusus BIA kemudian games untuk bapak-bapak dan ibu-ibu serta pembagian hadiah. Tiba di penghujung acara tepat jam 15.00, semua peserta membersihkan ruangan dan bersiap kembali ke Cikarang.
Puji Tuhan jam 17.30 kami tiba di titik kumpul awal sekolah St. Leo III Jababeka dan “sayonara”.
Sumber: Mardiana Fransisca
Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa