Setelah Kongregasi Misionaris Cinta Kasih mendapat pengesahan oleh Paus Pius ke XII pada tanggal 7 Oktober 1950, didirikanlah rumah pertama mereka yang dikenal dengan Nirmal Hriday. Berkembanglah di antara anak-anak muda panggilan Tuhan untuk menjadi anggota Misionaris Cinta Kasih. Bertahun-tahun Ibu Teresa memberikan pelayanan tanpa pamrih, sehingga Kongresasi ini tumbuh berkembang dengan jumlah biarawati mencapai 4.000 orang di 123 negara. Mereka melayani orang-orang miskin dan sekarat di pemukiman kumuh di 160 kota di dunia.
Pada tahun 1963, Misionaris Cinta Kasih untuk para bruder didirikan dan baru pada tahun 1965 diakui sebagai Society of Pontifical Right (serikat kepausan) di Roma. Pada tahun 1976 Ibu Teresa mendirikan cabang kontemplatif dari Misionaris Cinta Kasih untuk secara khusus mencari jiwa-jiwa yang termiskin dari yang miskin melalui kerasulan doa, adorasi di depan sakramen mahakudus, dan karya-karya belas kasih rohani.
Pada tahun 1979 Ibu Teresa mendapat hadiah Nobel. Saat penganugerahan, beliau meminta agar perayaan makan malam mewah dibatalkan dan memohon agar dananya diberikan kepada orang-orang melarat di Kalkuta. Di tahun 1980 Ibu Teresa mendirikan rumah-rumah korban kecanduan obat, pelacur dan para wanita cacat, serta banyak Panti asuhan dan sekolah untuk anak-anak miskin. Pada tanggal 15 Februari 1992 Princess Diana mengunjungiIbu Teresa, melihat dan menyentuh langsung orang-orang miskin yang dilayani Ibu Teresa. Misionaris Cinta kasih bertumbuh diantara para awam yang mau menghayati semangat Misionaris Cinta kasih dalam Kerabat Kerja Ibu Teresa (KKIT).
Pesan-pesan rohani Ibu Teresa
Ketika kunjungan ke Kanada, Ibu Teresa memberi pesan menolak aborsi dengan memberikan solusi dengan mengadopsi. Dalam wawancara dengan Nodlaig McCarthy di tahun 1974, Ibu Teresa memberi pesan rohani bahwa panggilan hidupnya adalah kelanjutan kerinduannya pada Kristus dan panggilan untuk melayani orang-orang termiskin, tidak dikehendaki atau diakui, dengan membawa cinta, perdamaian dan kegembiraan. Dalam wawancaranya dangan Tom O’Connor, Ibu Teresa memberikan pesan rohani untuk menghormati anak yang belum terlahirkan supaya tidak terjadi aborsi. Ia juga mendorong untuk datang dan melihat orang-orang miskin sekitar, datang dan menyentuh mereka. Ibu Teresa memberi pesan rohani yang mengajak keluarga-keluarga untuk membawa doa Rosario di dalam rumah, doa bersama dalam keluarga, dan mempersembahkan keluarga kepada hati Yesus yang mahakudus. Kegembiraan, saling mencintai dalam keluarga mendorong pengorbanan satu sama lain dan mengajarkan untuk berdoa satu sama lain.
Minggu depan : Proses dari Ibu Teresa menjadi Santa Teresa dari Kalkuta
Penulis : Tim Warta Teresa
Foto : Dokumentasi pribadi Warta Teresa