Perjalanan Hidup Santa Teresa dari Kalkuta - Bagian 2 : Panggilan Melayani yang Termiskin di antara Orang-orang Miskin

Panggilan Tuhan terus berkobar dan menggema melalui peristiwa-peristiwa yang dialami Suster Teresa. Beliau mempelajari Bahasa Hindi dan Bengali untuk mengajarkan Geografi dan katekese.

Setelah beberapa tahun menjadi kepala sekolah di sekolah SMA Santa Maria (St. Mary High School) di Kalkuta, pada tahun 1944 Tuhan menggemakan panggilan untuk melayani orang termiskin di jalan-jalan Kalkuta. Karena kondisi makanan dan beratnya beban kerja pada saat itu, suster Teresa jatuh sakit dan tidak dapat lagi mengajar, sehingga beliau dikirim ke kaki pegunungan Himalaya.

Pada saat itu, 10 September 1946 ketika berada di atas kereta api, beliau menerima panggilan Tuhan yang kedua. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah mengatakan “ya” terhadap panggilan Tuhan. Pesan panggilan itu cukup jelas, menyerahkan segala sesuatunya untuk mengikuti Tuhan Yesus di kawasan kumuh untuk melayani yang termiskin di antara orang-orang miskin.

Itulah karyanya : melayani orang miskin dan hidup di tengah-tengah orang miskin. Pelaksanaan panggilan tersebut memerlukan waktu beberapa tahun sebelum suster Teresa memperoleh izin Gereja pada tanggal 12 April 1948 untuk misi pelayanannya dari suster Guru menjadi pelayan, tanpa memiliki apa-apa kecuali iman dan visi panggilan Tuhan.

Dengan berbekal sandal pemberian suster-suster di Patna dan salib yang disematkan pada bagian bahu kiri kain sarinya, serta uang Lima Rupee pemberian Uskup Agung Kalkuta, kini dengan sebutan Ibu Teresa beliau memulai tugas karya misi melayani dan hidup di tengah-tengah kawasan kumuh Motijhil. Keseimbangan jiwa antara rahmat ilahi dan kehendak kuat, seperti halnya harmoni antara sorga dan bumi itulah yang memancarkan panggilan kekudusan umat manusia melalui karya untuk semua.

Setelah puluhan tahun berkarya dalam rahmat, ketekunan, kehendak kuat dan penyelenggaraan kuasa ilahi, semakin banyak orang tertarik untuk terlibat dalam pelayanan Ibu Teresa di tengah-tengah orang miskin. Pada tahun 1950 usulan pendirian Kongregasi Misionaris Cinta Kasih disetujui oleh Gereja Katolik berbasis di Kota Kalkuta. Baru pada tahun 1952 pada Pesta Hati Bunda Maria tanpa Noda didirikan Nirmal Hriday, rumah pertama Kongregasi Misionaris Cinta Kasih di India.

Minggu depan : Kiprah Kongregasi Misionaris Cinta Kasih, Ibu Teresa dari Kalkuta serta pesan-pesan rohani yang menggetarkan hati setiap orang di seluruh dunia

Sumber :
-. Lucinda Vardey, Mother Teresa
-. Winner of Noble Peace Prize. A Simple Path, London, 1995, hal.20

Foto : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments