Peranan Keluarga dalam Rancangan Allah

Saya mengingat pengalaman saatkuliah terlibat dalam drama Natal. Saat itu saya mendapat peran sebagai Yosef. Saya memaknai peran Yosef dalam drama yang dimainkan sebelum Misa Natal memiliki arti tersendiri. Saya ingat bagaimana memainkan peran Yosef yang harus menghadapi penghinaan dan penolakan saat mencari tempat penginapan di saat Maria akan melahirkan.

Saya bersyukur untuk pengalaman ini menjadikan lebih paham untuk menjadi orang baik lebih susah daripada mendapat peran sebaliknya. Yosef harus tetap tegar menghadapi penolakan dan sebisa mungkin mendapat tempat untuk menginap sebelum persalinan Maria. Kandang menjadi pilihan terakhir yang bisa menjadi solusi untuk mereka menginap. Adegan drama berakhir di saat Maria melahirkan di kandang dan Misa Malam Natal dimulai.

Hal yang ingin saya sampaikan pada permenungan ini adalah sinergi antara Maria dan Yosef dalam rencana Allah. Sungguh sulit dimengerti bila Allah menjadi manusia dengan memilih kondisi yang sederhana. Pengalaman mendapat peran Yosef menyadarkan saya bahwa pribadi Yosef tegar dan sabar. Sementara peran Maria memiliki arti untuk kuat di saat menahan proses persalinan oleh karena ketiadaan penginapan yang mau menampung mereka. Bila kita melihat kondisi saat ini untuk menghidupkan peran Keluarga Kudus maka kita bisa memahaminya untuk membangun pengertian antar anggota keluarga, secara
khusus dalam hubungan suami-istri. Hubungan suami-istri terkait dengan peran mereka sebagai orangtua.

Semoga dalam Pesta Keluarga Kudus ini, kita diingatkan untuk tetap  percaya bahwa rancangan Allah akan keselamatan bertumbuh dalam keluarga. Setiap peran dalam keluarga memiliki arti dan bagian untuk saling menyempurnakan. Seperti pesan Bunda Teresa kepada setiap orang yang bertanya padanya tentang nasehat hidup. Bunda Teresa selalu menjawab dengan sederhana, “cintailah pasanganmu.” Pesan sederhana ini menjadi dorongan untuk merasakan cinta Tuhan dimulai dari keluarga dengan kita mau mencintai anggota keluarga kita. Seruan Apostolik dari Paus Fransiskus, Amoris Laetitia menegaskan panggilan dan perutusan Allah bagi
keluarga atau orang tua agar mengambil bagian dalam karya penciptaan bersama Allah.

Penulis : Rm. Camellus Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments