Penerimaan Sakramen Baptis dan Komuni Pertama Dewasa

Hari Sabtu, 2 April 2022 tidak seperti hari biasa lainnya. Jarum jam telah menunjukkan jam 2 siang. Alam tidak juga bersahabat. Ada hujan lebat disertai angin kencang yang berhasil menerbangkan beberapa lembar daun seng penutup aula Sekolah Trinitas Lippo Cikarang. Hujan sempat membasahi lantai di bagian pintu masuk dari arah parkiran – lahan gereja. Orang menyangka ada badai yang sedang menerpa gedung Aula yang biasanya dipakai untuk kegiatan misa umat di Paroki ujung timur Keuskupan Agung Jakarta. Paroki Cikarang memang masih menata dan merias bagian aula Sekolah Trinitas untuk menjadi wadah pemersatu seluruh umat yang hendak beribadah.

Hujan dan angin sekilas itu ternyata bukanlah badai. Semua pihak segera bertindak membereskan segala yang perlu. Semua pihak seakan sudah tahu apa yang harus dibuat untuk mempersiapkan peristiwa bersejarah dan penuh berkat. Memang, ternyata angin membawa hujan berkat bagi ke 50 calon baptis dan penerima komuni pertama kategori umat dewasa. Betapa tidak, inilah hari yang ditunggu-tunggu setelah persiapan panjang menghabiskan 58 minggu untuk pendampingan pembelajaran mengenal Gereja Katolik dan ajarannya dan proses pemurnian motivasi melalui wawancara dan rekoleksi bersama Romo Paroki yang melibatkan para pengurus lingkungan dan wali baptis, maupun rekoleksi yang diikuti oleh para calon baptis dan komper sendiri.

“Selamat kepada para baptisan baru dan sekaligus untuk pertama kali menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam Gereja Katolik Paroki Cikarang”, demikian disampaikan Romo Camellus. Berikut,  Romo Camellus sebagai Pembaptis dan sekaligus menerimakan Sakramen Ekaristi yang pertama kepada para peserta pernah memberikan pesan ini, “Menjadi seorang katolik itu tidak akan mengubah dirimu menjadi lebih cantik atau ganteng. Saya ingin mengatakan bahwa jangan menaruh harapan yang terlalu tinggi padahal dirimu tidak akan sanggup menerima kenyataan yang malah akan membuatmu kecewa kepada Tuhan. Seorang Katolik diharapkan justru mampu menerima kenyataan dan mampu mengolahnya menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan”. Pesan ini kiranya telah disambut segenap peserta dengan antusiasme yang besar seperti nampak dalam keceriaan dan sukacita besar melalui penampilan busana putih dilengkapi kain putih mantilla (penutup kepala) dengan lilin bernyala di tangan.

Romo Paroki, Rm. Antara, Pr, tidak lupa juga memberi pesan kepada para baptisan dan komper baru. “Dengan dibaptis seseorang resmi menjadi anggota Gereja Katolik sebagai murid Kristus yang siap sedia diutus untuk ikut ambil bagian dalam karya pelayanan Tuhan di dunia ini”.

“Kami semua tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada para Romo, Dewan Paroki yang memberi kami kesempatan dan fasilitas belajar online setiap saat, serta ibu bapa Pembina yang setia mendampingi kami di jalan panjang masa katekumenat untuk mempersiapkan diri menjadi pengikut-pengikut Kristus dalam Gereja-Nya yang Kudus, Paroki Cikarang Gereja Santa Teresa Kalkuta. Juga kepada para pengurus lingkungan dan ibu bapak Wali baptis yang sudah bersedia menjadi pendamping kami tidak hanya di hari ini, tetapi sepanjang hidup kami”, demikian disampaikan peserta Sari Dewi yang memilih nama baptis Catherine.

Liputan : Bruno Rumyaru

Gambar : Tim KomSos Paroki Cikarang


Post Terkait

Comments