Panggilan dalam Persaudaraan

Bacaan Injil yang kita dengar dalam minggu ini mengisahkan tentang Yesus yang memanggil murid-murid-Nya. Hal yang terasa istimewa karena hubungan persaudaraan antar murid.

Yesus memilih Simon dan saudaranya, Andreas. Lalu Yesus memilih anak-anak Zedebeus, yaitu Yakobus dan Yohanes. Apakah maksud dari Yesus memilih murid-murid yang bersaudara seperti ini?

Nepotisme dalam dalam padanan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan pada kerabat dekat. Dengan Yesus memillih para murid yang memiliki hubungan saudara seperti ini, apakah Yesus berarti melakukan nepotisme? Jawabannya jelas tidak, karena nepotisme ditujukan untuk menguntungkan diri sendiri dan terhubung dengan tindakan negatif lain seperti korupsi dan kolusi.

Maksud Yesus memanggil murid-murid tak lain adalah membantu-Nya dalam mewartakan kerajaan Allah, "Waktu-nya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah pada Injil" (lih. Mrk. 1:14). Hal yang kemudian menarik di sini adalah tanggapan para murid yang dipanggil, mereka segera menuruti perkataan Yesus, yaitu langsung meninggalkan jala mereka dan mulai mengikuti Yesus. Bahkan untuk Yakobus dan Yohanes meninggalkan ayah mereka yang saat itu sedang berada dalam perahu.

Panggilan para murid ini masih relevan sampai sekarang, dengan kita perhatikan untuk panggilan dalam keluarga terjadi untuk kakak beradik. Contohnya seperti beberapa saudara kandung dari Bapak Ignatius Kardinal Suharyo sendiri yang memilih menjadi suster. Contoh lainnya juga sudah terjadi kesaksian hidup para kudus, Santo Ewaldus bersaudara (martir) yang dihormati dalam Gereja sebagai misionaris martir yang mati terbunuh dalam karya pewartaannya di kalangan orang-orang Sakson (yang pada abad ke-7 masih kafir).

Panggilan Yesus, "Mari Ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia" (lih. Mrk. 1:17) merupakan panggilan yang terbuka dalam keluarga sekalipun. Panggilan yang dimaksud, tentunya tidak melulu pada imamat khusus, melainkan pada imamat umum. Panggilan demikian dimaksudkan setiap orang dalam Gereja mempunyai tanggung jawab untuk turut serta dalam karya pewartaan Injil bagi dunia.

Hal yang bisa digali dari teks Injil selanjutnya adalah tempat terjadinya Yesus memanggil murid-murid yang pertama di danau. Menurut Carlo Martini, dalam bukunya Perjalanan Rohani Kedua Belas Murid, danau adalah tempat di mana orang-orang Galilea hidup dan bekerja. Injil Markus menunjukkan pada kita bahwa Yesus mencari dan menemui orang dalam situasinya sendiri.

Refleksi bersama untuk kita renungkan: Apakah kita mampu untuk menanggapi panggilan-Nya dan menghidupkan firman-Nya dalam keluarga?

Penulis : Rm. Camellus, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments