Program Mistagogi yang diadakan Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa merupakan kebijakan pastoral dalam rangka pendampingan lanjutan bagi umat yang telah dibaptis/diteguhkan untuk memastikan kesiapan menuju Krisma. Jika diibaratkan pada bayi, para peserta Mistagogi ini tengah berproses melengkapi paket imunisasi dasar lengkap sebagai pertahanan menghadapi penyakit menular, demikian pula dengan Katekumen, Mistagogi dan penerimaan Sakramen-sakramen sebagai pertahanan iman Katolik menghadapi pengaruh negatif dunia yang akan melemahkan iman.
Mistagogi sendiri berarti pendalaman iman, diharapkan dengan adanya program ini, umat yang baru bergabung menjadi anggota gereja Katolik bisa semakin memperdalam keimanannya sekaligus mengerti panggilannya bukan hanya sebagai umat Katolik yang pasif tapi juga ke depannya dapat ikut berkontribusi dalam tugas pelayanan gerejawi.
Mistagogi tahun ini diadakan 7 kali pertemuan, dengan 5 kali pendalaman iman, 2 pertemuan terakhir untuk rekoleksi dan misa pengutusan. Mistagogi yang dilaksanakan mulai tanggal 4 September 2022 sampai 17 Oktober 2022 setiap hari Minggu pukul 09.30-11.30 bertempat di aula sekolah St. Leo, Jababeka dikuti oleh 15 orang angkatan 2019 (Angkatan Ultramen) dan 31 orang Angkatan 2021 (Angkatan 3 Raja).
Adapun tema-tema yang diusung antara lain:1. Menjadi anggota keluarga gereja2. Materi dan Forma Sakramen beserta maknanya3. Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan: spiritualitas bersyukur dan berbagi4. Hidup Devosional dan Sakramen Kristianiamental sebagai pelengkap/ pengayaan hidup5. Membaca Kitab Suci harian & Lectio Divina dalam hidup kristiani 6. Rekoleksi: Pembebasan dan hidup baru dalam Roh, membangun komitmen hidup kristiani
Menjadi keistimewaan tersendiri, Romo Antonius Suhardi Antara, Pr., Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr., dan Fr. Bernardus Sukma Billy Syahputra, berkenan terlibat langsung membimbing para peserta Mistagogi, ditambah pembina yang telah memiliki banyak pengalaman spiritual seperti Bapak Bruno Rumyaru dan Bapak Salvinus T. Mellese juga turut mengambil bagian melengkapi pembelajaran Mistagogi tahun ini.
Pertemuan pertama Mistagogi bertema menjadi anggota keluarga gereja Romo Camel banyak bercerita tentang gereja mula-mula, bagaimana gereja Basilika St. Petrus didirikan serta dampaknya, bagaimana kita sebagai pengikut Kristus juga disimbolkan dengan simbol Ikan, bagaimana Yesus menyembuhkan dan membangkitkan orang dari berbagai latar belakang atas dasar kasih, Romo juga mengajak para peserta untuk berkontribusi nyata dalam hidup melayani, melayani bukan semata-mata melayani di gereja tapi melayani yang berdampak nyata, dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, kita ditugaskan menjadikan setiap anggota keluarga kita memiliki karakter Kristus yang saling mengasihi, saling melengkapi, saling menolong, dengan harapan karakter Kristus itu juga membuat kita siap melayani keluar dan menjadi saluran berkat bagi orang lain yang membutuhkan tanpa memandang siapa mereka, sesuai arah dasar KAJ tentang mengasihi, peduli, dan bersaksi.
Gereja mengharapkan para peserta Mistagogi ini bisa semakin berakar, bertumbuh dan berbuah dalam hidup menggereja dan bermasyarakat, bisa menjadi garam dan terang dunia, menjadi berkat dan saksi Kristus dimana pun mereka berada.
Semoga program Mistagogi Paroki Cikarang ini bisa menghasilkan generasi-generasi baru yang siap melayani dengan karakter Kristus yang rendah hati dan penuh belas kasih.
Salam sehat untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Liputan dan Foto : Dewi Hepy