Maut Tidak Lagi Berkuasa Atas Dia

Saudara-saudari yang terkasih hari ini kita memasuki Hari Minggu Pekan Biasa XIII. Kita diajak untuk merenungkan Injil Suci menurut St. Matius. Dalam Sabda Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita pentingnya menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab 2 Raja-raja mengedepankan kisah seorang perempuan yang melayani dengan kasih dan kebaikan hati. Melalui kisah ini, kita dapat belajar tentang pentingnya mengasihi Tuhan melalui pelayanan kasih kepada sesama.

Selanjutnya, Rasul Paulus dalam Bacaan dari Surat Roma, mengajarkan kepada kita tentang arti penting baptisan dan bagaimana kita memperoleh hidup yang baru dalam Kristus. Melalui baptisan, kita mati bersama Kristus dan juga dibangkitkan bersama-Nya. Hal ini bukan hanya  tindakan fisik, tetapi perwujudan spiritual yang mengubah kita secara batin. Kita dilepaskan dari kuasa dosa dan hidup baru dalam Kristus yang bangkit.

Rasul Paulus mengingatkan kita tentang hidup dalam kesatuan dengan Kristus. Kematian dan kehidupanNya adalah bagian dari kehidupan kita. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita. Hidup kita saat ini adalah hidup yang hidup oleh iman dalam Kristus. Kita dipanggil untuk hidup sebagai orang yang mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Dalam Bacaan Injil disampaikan beberapa aspek yang menjadi pedoman kita, yakni Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kita harus mengutamakan hubungan dengan-Nya di atas segala sesuatu yang lain. Selain itu, Yesus memanggil kita untuk mengambil salib kita dan mengikuti-Nya. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam kekudusan, kebenaran dan kasih. Ketika kita menempatkan Tuhan di pusat hidup kita, kita akan mengalami transformasi yang mendalam. Yesus menekankan pentingnya menerima dan melayani sesama dalam nama-Nya. Dalam memberi dan menerima, kita menunjukkan iman kita kepada dunia.

Saudari-saudaraku, Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Ini adalah panggilan yang menantang, tetapi juga memberikan kehidupan yang sejati dan berarti. Dalam mengasihi Tuhan sepenuh hati, kita harus memprioritaskan hubungan kita dengan-Nya di atas segala sesuatu yang lain. Kita harus bersedia mengambil salib kita dan mengikuti-Nya dalam hidup yang kudus dan penuh kasih karena maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Marilah kita semua dipanggil untuk menjadi saksi dan berkat Tuhan dengan melayani dan menerima sesama kita dengan penuh kasih. Semoga Tuhan memberkati kita dan memberi kita kekuatan untuk hidup dalam iman dan kasih yang tulus. Amin.

Penulis : Rm. Antara Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments