Saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Masa Prapaskah yang dimulai pada Rabu Abu yang ditandai dengan penerimaan abu sebagai tanda pertobatan dan menjadi hari pertama puasa dan pantang umat Katolik, telah datang kembali menjadi sedikit berbeda, namun sekalipun demikian tidak mengurangi maknanya.
Pada Minggu Prapaskah I ini kita diajak bersama untuk mendengarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan kita Yesus Kristus yang harus kita jalani dalam hidup kita lewat bacaan Injil menurut Markus 1:12-15. Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai oleh Iblis dan kemudian kembali memberitakan, ”Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.
Apa yang dialami Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita yang merupakan kehendak Bapa menjadi landasan bagi kita umat Allah untuk setia menjalani, mengalami dan menghidupi masa pertobatan yang diisi dengan puasa, pantang, matiraga, doa dan amal kasih dan banyak hal yang bisa kita lakukan guna menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan sehingga dapat bersatu dengan Tuhan dan sesama.
Itulah Pintu untuk masuk kedalam Kerajaan Allah. yang tanpa kita sadari sebenarnya kerajaan Allah selalu terbuka didepan kita namun kemanusiaan yang berkuasa atas kita membuat kita tidak mampu melihat dan merasakannya. Dan masa prapaskah ini adalah masa dimana Tuhan kita memberikan waktu kesempatan bagi kita untuk kembali meraih, melihat, merasakan dan mengalami KERAJAAN ALLAH yang sudah SEMAKIN MENDEKAT tentunya dengan PERTOBATAN.
Ibu TERESA dari Kalkuta juga ingin dan berusaha banyak membawa mereka yang jauh dari kerajaan Allah mampu untuk merasakan kehadiran KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT dengan Pertobatan. Namun dia berkata, ”‘Bahkan Tuhan yang Maha Kuasa sendiri tidak dapat menobatkan seorangpun, kalau orang itu tidak mau, mereka berhak memilih. Apa yang kami coba lakukan, dengan melayani orang dimaksudkan supaya semua kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan pertobatan tidak dapat berlangsung seketika, dalam satu malam.
Jadi saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, marilah kita menanamkan semangat dan bertahan dengan setia dalam pertobatan kita sebagaimana Santo Fransiskus dari Assisi berkata “Marilah kita mulai lagi, sebab kita belum berbuat apa apa” untuk dapat melihat dan mengalami kehadiran Kerajaan Allah sudah dekat dalam hidup kita, karena itu adalah kehendak dan rencana Allah yang dipercayakan dianugerahkan bagi kita yang ditebus oleh Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Semoga.
Penulis : Sr. Loren SFMA
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa