Kasihilah Sesamamu Manusia Seperti Dirimu Sendiri

Perayaan Nama Pelindung Paroki Cikarang 2023 merupakan kesempatan yang berbeda dari tahun sebelumnya oleh karena perjuangan untuk mendapatkan izin untuk membangun gereja sudah diperoleh dan usia di 19 tahun ini, paroki ini berjuang untuk segera merealisasikan membangun tempat yang layak untuk umat beribadah. Bacaan dari surat Paulus kepada jemaat di Roma:

Karena firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
-Roma 13:9-

 Seberapa banyak kamu mau mengasihi?

Dalam kesempatan ini saya mau menceritakan tentang kisah dari Ibu Teresa yang kita rayakan pada tanggal 5 September kemarin. Sosok Bunda Teresa kita kenal sebagai pribadi yang rendah hati dan contoh keteladanannya nyata dengan memberi perhatian kepada orang yang miskin. Perbuatan dari Bunda Teresa ini mudah dilakukan bila dilakukan dalam waktu yang pendek atau dilakukan dengan sorotan dari media sosial yang mementingkan untuk pencitraan baik. Nah yang menjadikan Gereja memberi pengakuan kepada kekudusan Bunda Teresa oleh  karena memang melihat dirinya melakukan ingin sebagai panggilan hidup sampai akhir hayatnya.

Untuk mengawali karya ini, Bunda Teresa menghadapi kesulitan yang satu per satu harus ia hadapi.

Meninggalkan komunitas
Bunda Teresa sadar untuk ia bisa membantu orang miskin maka ia harus berada di tengah-tengah mereka. Ia memutuskan untuk keluar dari biara dan mencari tempat tinggal yang membuatnya leluasa dalam membantu karya cinta kasihnya. Tindakan ini berarti meninggalkan kenyamanan dan perlindungan dari biara lamanya. Keputusan ini menyebabkan untuk ia tinggal dalam kesendirian sementara hidup untuk biarawati seyogyanya tinggal dalam komunitas. Bunda Teresa sadar akan hal ini sehingga ia tetap menjalin komunikasi yang sehat dengan pimpinan biara dan pastor pembimbing rohaninya.

Meninggalkan pekerjaannya
Sebelum memutuskan terjun dalam tindakan pelayan penuh kepada orang miskin, Santa Teresa adalah seorang pendidik. Panggilan Santa Teresa sebagai pendidik dijalankan dengan baik sampai ia menyadari bahwa orang-orang miskin membutuhkan kehadirannya atau Tuhan lebih membutuhkannya untuk bersama dengan orang miskin. Keputusan ini tidak mudah untuk Bunda Teresa karena ada ikatan emosional antara dirinya dengan murid-muridnya juga rekan-rekan pendidik lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya setelah Bunda Teresa murni memberi diri dalam pelayanan untuk orang miskin maka murid-muridnya ada yang mengikuti jejaknya sehingga Bunda Teresa kemudian memiliki komunitas yaitu Suster-suster Cinta Kasih.

Panggilan hidup yang melelahkan namun diselesaikan sampai tuntas TIndakan-tindakan dari Bunda Teresa memang tidak merubah wajah orang miskin di Kalkuta di tempatnya, namun tindakan yang dilakukannya memberi arti yang sangat berarti bagi orangorang yang dirawatnya. Orang yang sebelumnya dibuang, dibiarkan menghadapi ajal dalam kondisi yang memprihatinkan, ibu-ibu hamil yang kurang mendapat perhatian yang layak saat melahirkan menjadi gambaran pelayanan dari karya Bunda Teresa yang tidak habisnya. Tindakan sederhana seperti membersihkan luka, memandikan orang, dan memberi minum kepada mereka merupakan tindakan yang sangat memanusiakan.

Tindakan yang kemudian meluas dalam pemberitaan sampai-sampai Bunda Teresa mendapat penghargaan Nobel Perdamaian. Setelah Bunda Teresa menerima Nobel Perdamaian, ia memutuskan tetap melanjutkan  karyanya sampai kematian menjemputnya. Karya dari Bunda Teresa kemudian dilanjutkan oleh pengikutnya, bukan untuk India tapi juga untuk dunia.

 Suster, Bruder, Ibu, Bapak dan Saudara terkasih, pendalaman atas kendala yang dihadapi oleh Bunda Teresa menyiratkan pesan yang mendalam untuk kita yaitu:

1. Panggilan hidup yang benar bisa jadi membuat kita meninggalkan zona nyaman bahkan mengorbankan rasa aman. Saat seseorang akan menikah, dia akan memilih jodohnya dan meninggalkan orang tuanya untuk membangun keluarga barunya. Hal demikian bisa terjadi untuk kita merasa yakin akan pilihan hidup melalui komunikasi yang baik dengan Tuhan. Siapa pun bisa menentukan pilihan atas hidupnya namun bukan berarti mereka bisa siap menanggung konsekuensi atas pilihannya. Kesempatan ada untuk berkomunikasi dengan Tuhan bisa membantu Anda untuk tahu bahwa pilihan Anda bersama dengan penyertaan Tuhan, layaknya Bunda Teresa yang sudah melakukannya.

2. Saat seseorang melakukan pekerjaan dari hatinya maka orang-orang di sekitarnya akan merasa nyaman. Kehadiran Bunda Teresa bagi para muridnya memberi rasa aman sehingga para muridnya ada yang mau mengikuti Bunda Teresa sekalipun mereka harus meninggalkan status sosial mereka dan masuk dalam lingkungan yang jorok. Refleksi untuk kita bersama, apakah saya bisa hadir sebagai pribadi seperti Bunda Teresa yang bisa memberi rasa aman bagi orang-orang di sekitar saya?

3. Bunda Teresa melihat pelayanan bagi orang miskin bukan sebagai pekerjaan sehingga pelayanan tersebut menjadi bagian hidup yang selesai oleh kematian. Dalam perkembangan dunia ini, perbuatan baik bisa diarahkan sebagai prestasi untuk mendapat promosi yang baik dan bisa diukur. Bukan juga untuk menyalahkan untuk perbuatan baik demikian, tetapi menyempitkan perbuatan baik dalam keadaan demikian malah menjadikan per- buatan itu menjadi pamrih. Tindakan Bunda Teresa bukan tindakan pamrih melainkan ia memberi kasih oleh karena ia sadar dengan dirinya yang memperoleh kasih karunia dari Allah.

Permenungan kita bersama dalam ucapan syukur bagi paroki Cikarang, yang menempatkan Santa Teresa sebagai pelindungnya, mau mengajak kita semangat dari surat Paulus yaitu mengasihi sesama seperti dirimu sendiri.

Penulis : Rm. Camellus Delelis Da Cunha, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments