Saudara/saudari yang dikasihi Tuhan, dalam minggu biasa yang ke XXX ini kita dapat melihat sesuatu yang terjadi pada diri seorang pengemis yang buta yang bernama Bartimeus, anak Timeus yang memperoleh pemulihan besar dalam hidupnya.
Bartimeus seorang tunanetra yang tidak dapat bekerja secara normal karena kondisinya, sehingga untuk bertahan hidup ia bekerja sebagai pengemis yang duduk di pinggir jalan mengharapkan belas kasihan orang yang lewat. Pada suatu hari Yesus lewat didekatnya dan ia mulai berteriak “Yesus Anak Daud kasihanilah aku!”
Banyak orang menegurnya dan menyuruhnya diam, namun ia tidak menyerah malah semakin keras berseru “Anak Daud kasihanilah aku”. Karena kegigihannya menggetarkan dan menggerakkan Yesus. Ia menyuruh orang untuk memanggilnya dan Yesus bertanya “Apa yang kau kehendaki supaya Kuperbuat bagimu?” Jawab orang buta itu “Rabuni, supaya aku dapat melihat.”
Bartimeus bisa meminta kekayaan, pekerjaan dan sebagainya selain dari pada mata yang dicelikkan, tetapi ia tahu sumber masalahnya selama ini karena ia tidak dapat melihat. Jika ia bisa melihat, ia tidak perlu jadi pengemis dan dapat bekerja untuk bertahan hidup. Ia hanya meminta satu hal yang menjadi sumber permasalahan. Maka Yesus pun mengabulkan permintaannya dan menyembuhkannya “Pergilah, imanmu telah menyelamatkanmu”.
Saudara/saudari yang terkasih, apa yang sesungguhnya menyembuhkan Bartimeus? Injil mencatat yang menyembuhkannya adalah iman yang dimilikinya, iman yang percaya, yang tidak tergantung apa kata orang. Karena ia tahu imannya tidak terletak pada pendapat manusia lainnya atau tingkat kesulitan keadaan atau situasi yang dihadapi, tetapi karena hubungannya dengan Tuhan yang Mahakuasa. Bartimeus berpegang teguh pada iman sehingga menggerakkan Tuhan untuk melakukan hal-hal yang ajaib. Iman itulah yang kita butuhkan untuk menerima berkat dan mujizat Tuhan kepada kita.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus? Mudah bagi kita untuk menyebut kata iman, namun sulit untuk melakukan karena iman biasanya berhubungan dengan sebesar apa kepercayaan kita kepada Tuhan waktu jalan terasa buntu, sempit dan penuh situasi sulit dalam menjalani masa pandemi ini.
Iman memegang peran yang sangat penting bagi kita. Bisa tidaknya menerima mujizat Tuhan untuk menjawab permasalahan kita termasuk sudah tidak ada jalan keluar lagi akan sangat tergantung dari ukuran iman kita, sebesar apa iman yang kita miliki? Yesus juga sudah mengatakannya jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi, maka tidak akan ada yang mustahil bagi kita.
Saudara/saudari yang terkasih, Yesus tidak dapat berbuat apa-apa dalam hidup kita jika kita tidak percaya dan berharap pada-Nya. Mujizat dan tanda-tanda ajaib yang Yesus lakukan bukan karena kebesaran-Nya tetapi karena iman yang kita miliki. Yesus selalu mengatakan setelah melakukan penyembuhan: “Imanmu telah meyelamatkanmu”.
Mari kita meneladani Bartimeus yang menaruh kepercayaan kepada Yesus yang tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang banyak namun semakin mengencangkan imannya. Apa yang sudah dianggap buntu oleh dunia ini atau ketika dianggap tidak penting oleh dunia ini untuk memperoleh apa-apa, kita mempunyai Tuhan yang tidak terbatas akan kasih-Nya dan Ia akan senantiasa mengulurkan tangan untuk menolong kita. “Apapun masalah yang kita hadapi, mari kita andalkan Yesus. Berserulah maka Ia akan menjawab”.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Penulis : Sr.Sisnawati, SFMA
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa