Bapak Ibu Saudara/I yang terkasih minggu ini kita memasuki Minggu biasa II. Injil hari ini kita mau merenungkan bagai mana Yesus menyatakan dirinya melalui karya Allah sewaktu Yesus menghadiri pesta perkawinan di Kana yg dihadiri oleh Yesus dan juga murid-muridNya. Ini adalah 'tour' awal Yesus dalam memulai pelayananNya di bumi, dan mujizat mulai dikerjakanNya. Ini adalah bukti bahwa Dia adalah Anak Allah yang hidup dan berkuasa.
Ketika masalah terjadi berkatalah ibu Yesus kepadaNya, "Mereka kehabisan anggur." (Yohanes 2:4). Kata Yesus 'Saat-Ku belum tiba' sebagai penegas bahwa Yesus memiliki waktu tersendiri. Walau secara jasmani Yesus adalah anak Maria, tetapi Ia sesungguhnya adalah Anak Allah. Jadi Maria (ibu Yesus) tidak punya kuasa menentukan kapan Yesus harus bertindak dan menyelesaikan masalah yang ada. Meski demikian Maria sangat percaya bahwa Yesus sanggup melakukan perkara besar, karena itu ia menyuruh para pelayan pesta untuk taat melakukan apa pun yang diperintahkan Yesus.
Dan ketika Yesus menyuruh para pelayan untuk mengisi tempayan- tempayan dengan air, mereka taat, meski apa yang diperintahkan Yesus itu tidak masuk akal; namun upah dari ketaatan itu pun nyata yaitu mujizat terjadi: air dalam tempayan itu berubah menjadi anggur. Akhir- nya 'muka' tuan rumah pun terselamatkan karena mujizat yang dikerjakan oleh Yesus.
Saudara saudari Mari kita belajar memahami bahwa Tuhan mempu- nyai waktu sendiri dalam menolong umat-Nya dan Dia tahu yang terbaik bagi kita. Seringkali kita bertanya mengapa doa kita tidak kunjung beroleh jawaban, lalu kita marah dan kecewa kepada Tuhan dan memaksa Tuhan untuk menuruti agenda kita. Waktu Tuhan tidak bisa diatur oleh manusia. Kita harus ber- sabar menunggu waktu Tuhan dinyatakan, karena "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu- nya," Air menjadi anggur adalah bukti nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa. Dia sanggup melakukan keajaiban-keajaiban. Tidak ada perkara yang mustahil bagi Dia! Semoga sabdanya tinggal menetap dalam diri kita, mepengaruhi kehidupan kita dan menuntun pikiran, perkataan dan perbuatan kita, kita pun seperti Bunda Maria, menjadi kehadiran yg memancarkan sinar keselamatan Allah. Semoga. Amin
Sumber: Sr. Teresa SFMA
Sumber gambar: Dokumen pribadi Warta Teresa