Hari Penampakan Tuhan (Epifani) bersamaan dengan Hari Anak Misioner Sedunia. Anak adalah misionarias-misionaris cilik Tuhan Yesus. Mereka hadir dengan semangat Doa, Derma, Kurban, Kesaksian (2D2K). Anak misioner harus memberikan kesaksian bahwa mereka ini adalah bintang-bintang misioner, yang akan menghantar banyak orang datang kepada Yesus. Anak misioner dipanggil untuk menjadi penunjuk jalan, dan memancarkan sinar terang, agar orang lain tidak tersesat di jalan.
Tema Hari Anak Misioner Sedunia Tahun 2021 “Aku Bintang Misioner, Aku Mewartakan Injil”. Dalam pesannya pada Hari Raya Epifani, Paus Fransiskus mengingatkan undangan Nabi Yesaya dalam merayakan kelahiran Yesus, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu” (Yes 60:1). Nabi Yesaya mendorong kita untuk bertemu dengan Yesus yang dilahirkan di Betlehem. Meskipun ada banyak tantangan untuk sampai kepada-Nya, kita harus berusaha terus-menerus sampai bisa bertemu dan bersujud menyembah Bayi Yesus seperti yang dilakukan para Majus dari Timur. Hal ini dipandang Bapa Suci sebagai bentuk iman yang sejati, yang membuka hati dan membiarkan diri dibimbing oleh kehendak Tuhan.
Paus Fransiskus berpesan bahwa perjumpaan dengan Yesus senantiasa melahirkan transformasi hidup dari yang lama ke yang baru. Bapa Suci mengajak kita untuk memiliki keberanian untuk membuka diri terhadap cahaya Yesus yang datang dari Betlehem. Paus Fransiskus juga mengundang anak dan remaja misioner untuk menjadi laskar Yesus dan menjadi saksi Injil di keluarga, di sekolah, dan di tempat-tempat mana pun mereka berada.
Sebagai bintang misioner, anak-anak menghadirkan Yesus Kristus. Bagaimana menghadirkannya? Anak-anak misioner terus menerus menyampaikan pesan dan memberikan tanda kerahiman Allah dengan berani mengampuni sesama, juga berani meminta maaf jika salah. Anak-anak misioner siap membantu teman yang berada dalam kesulitan, siap mendoakan mereka yang menderita akibat pandemi Covid-19, siap untuk bersahabat membangun persaudaraan dan perdamaian serta tidak menabur benih berpecahan.
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu" (Yes 60:1-2).
Apa yang diserukan oleh nabi Yesaya ini baiklah kita renungkan dan hayati; panggilan atau ajakan bagi kita agar menjadi 'terang' bagi siapapun yang kita jumpai atau hidup bersama-sama dengan kita.
Marilah kita saling menerangi dengan penuh harapan dan gairah, karena 'terang Tuhan' di atas kita semua. Kita semua harus menjadi terang yang menghantar sesama kepada Kristus, Sang Terang Sejati. Kita semua diingatkan akan tugas perutusan atau tugas misioner kita, berkat Sakramen baptis dan Krisma yang kita terima. Tuhan beserta kita.
"Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya! Sebab Ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; Ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, Ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin" (Mzm 72:11-13).
Penulis : Br. Paulus FIC
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa