Engkaulah Anak Yang Kukasihi

Saudara/i yang terkasih, hari ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan Yesus. Pesta ini menutup Masa Natal sekaligus menjadi hari Minggu Pertama Masa Biasa. Kita perlu mendalami dengan baik misteri pembaptisan Yesus ini. Dalam Pesta Pembaptisan ini Allah Bapa memberikan gelar baru kepada Yesus Kristus sebagai “Anak Yang Dikasihi”. Dengan identitas baru itu, Yesus Kristus sungguh menyadari diri-Nya sebagai Putra Kesayangan Bapa dengan segala konsekuensinya, termasuk melaksanakan kehendak Bapa, yakni mengalahkan kejahatan dengan menderita dan wafat di salib.

Saudara/i, apa yang bisa kita petik dari Injil tentang Pembaptisan Yesus Kristus? Kita tahu bahwa Yesus Kristus datang seperti orang banyak untuk menerima baptisan tobat. Dalam kesempatan ini Yesus Kristus memberi ruang gerak bagi Roh Allah & kehadiran Allah yang menjadi nyata. Artinya Yesus Kristus mau berbagi kehidupan dengan manusia: ikut merasakan kegelisahan, kesulitan dan kerisauan manusia. Kesediaan Yesus Kristus berbagi keprihatinan dengan manusia itu menjadi jalan bagi Allah untuk hadir di tengah-tengah kita. Allah tidak meninggalkan manusia yang gelisah, menderita & mengalami kesusahan. Hal ini yang harus kita sadari sebagai orang yang mengimani Yesus Kristus. Bahwa Dia datang ke dunia bahkan minta dibaptis seperti kita, ya untuk itu: Dia mau merasakan dan bahkan mengalami seperti yang kita alami dalam kehidupan kita ini.

Saudara/i, maka kita harus bersyukur memiliki Tuhan yang tahu sungguh bagaimana rasanya derita. Kita bersyukur memiliki Yesus Kristus yang tergantung di salib. Marilah kita belajar pada-Nya, menimba kekuatan dari- Nya. Kita percayakan segala susah duka hidup kita dalam Dia. Saat kita pedih, saat kita letih, mari kita pandang Yesus, mari kita pegang salib-Nya.

Saudara/i, ketika kita, keluarga kita sedang mengalami kesulitan, kegagalan, dan keluarga kita sedang bergulat dengan masalah yang berat dan tak tahu bagaimana harus menyelesaikannya. Bahkan keluarga kita sedang jatuh dalam lembah jurang yang dalam, dan tak bisa lagi melihat jalan keluar. Dalam semuanya itu kita diingatkan akan Sabda Tuhan yang disampaikan nabi Yesaya, “Lihat, itu Allahmu! Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa…”

Saudara/i, marilah kita mengingat kembali makna pembaptisan kita masing-masing. Untuk apa aku dibaptis? Apa konsekuensinya jika aku menerima baptisan? Apa saja yg telah dan akan aku buat setelah aku menjadi anggota resmi Gereja Katolik? Jangan- jangan aku hanya katolik KTP, minggu jarang ke gereja (berdasarkan mood aja), apalagi kegiatan di lingkungan??

Melalui Sakramen Baptis, kita telah menerima identitas baru, yakni nama Katolik, pengikut Yesus. Maka, kitapun harus hidup sesuai dengan cara hidup Yesus, yakni melaksanakan kehendak Bapa. Itulah artinya Katolik, murid-murid Yesus & nama yang kita terima ketika dibaptis bagi kita. Karena Yesus mau berbagi keprihatinan dengan kita manusia yang berdosa ini agar kita pun mampu menjadi jalan bagi Allah yang hadir di tengah-tengah hidup kita. Amin.

Sumber: Rm. Antara, Pr

Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments