Disembuhkan dan Menjadi Murid Yesus

Dalam bacaan Injil Hari Minggu Biasa V, dikisahkan ibu mertua Petrus yang mengalami sakit. Ibu mertua Petrus akhirnya disembuhkan oleh Yesus. Perjumpaan dengan Yesus dan sentuhan tangan-Nya yang kudus mengalir kuasa yang menyembuhkan.

Berita penyembuhan yang dilakukan Yesus ini begitu cepat tersebar dari mulut ke mulut ke berbagai tempat, sehingga menjelang malam sesudah matahari terbenam semua orang sakit dan kerasukan setan dibawa kepada Yesus. Yesus sumber kesembuhan baik kesembuhan fisik maupun kesembuhan psikis bahkan kesembuhan dari kuasa-kuasa kegelapan atau okultisme. Orang yang datang kepada Yesus mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani.

Pertanyaan dan renungan bagi kita adalah, ketika kita sakit atau keluarga kita sakit apakah kita bawa kepada Yesus di dalam doa melalui tangan-tangan para medis, dokter dan suster yang dipakai Tuhan sebagai alatnya?

Di tengah kesibukan dan keletihan-Nya melakukan berbagai macam pelayanan dan perjalanan ke berbagai tempat, ternyata tidak membuat Kristus mengabaikan kebutuhan spiritualitas-Nya. Itulah yang menjadi sumber kekuatan-Nya untuk menghadapi tantangan pelayanan. Pagi-pagi benar, waktu masih gelap Yesus bangun dan pergi berdoa kepada Bapa-Nya. Ia pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Hal yang perlu kita teladani untuk berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan pada pagi hari, bersaat teduh meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan sebelum kita beraktifitas. Tetapi tidakkah kita sering lupa berdo setelah kita bangun pagi hari atau mau tidur pada malam hari, dengan berbagai alasan termasuk karena kesibukan kita atau kemalasan kita.

Hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan menentukan kesuksesan dalam hidup ini. Kesuksesan dalam artian luas dan dalam. Dalam hati dan hidup kita ada shalom baik dikala kita suka dan duka, baik dikala banyak tantangan yang menimpa kita, kita kuat di dalam Tuhan. Menghadapi kegelapan yang mencengkeram dan membutakan mata manusia terhadap kebenaran. Hidup kita harus belajar mengutamakan Allah dan mengandalkan-Nya, itulah letak sumber kemenangan kita. Yesus melihat motivasi orang banyak mencari Yesus karena kesembuhan yang mereka terima, bukan sungguh-sungguh mengenal Yesus yang sesungguhnya sebagai Mesias dan Allah yang berkuasa yang tidak hanya menyembuhkan aneka ragam penyakit dan mengusir setan tetapi jauh lebih daripada itu yakni memberikan kehidupan dan keselamatan kini dan masa yang akan datang. Karena itu datanglah kepada Yesus maka kamu akan memperoleh kesembuhan jasmani dan rohani dan menjadi manusia seutuhnya sehat jasmani dan rohani.

Dalam bacaan Injil Markus ini dikisahkan pula Ibu mertua Petrus setelah mengalami penyembuhan ia bangkit dari tempat tidur dan kemudian melayani Yesus dan para murid-Nya, menunjukkan “gerak orang” menjadi murid Yesus. Akibat kesembuhan yang diterimanya, ia spontan memberikan reaksi untuk melayani Yesus sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Reaksi yang baik dan perlu untuk diteladani.

Banyak orang yang mengaku sebagai murid Yesus. Tetapi siapakah sebenarnya orang yang layak disebut sebagai murid Yesus? Apakah yang rajin ke gereja dan melayani? Hal itu tentu saja baik tetapi belum cukup! Pribadi yang layak disebut sebagai murid Yesus adalah orang yang telah dipanggil oleh Tuhan dari kegelapan masuk ke dalam terang Tuhan yang ajaib untuk kemudian diutus kembali ke dalam dunia menjadi garam dan terang-Nya. Itulah yang disebut dengan "Gereja" atau "Ekklesia" (1 Pet 2:9-10).

Dengan demikian, kehadiran orang percaya semestinya memberi dampak yang baik terhadap orang lain. Sebab kita adalah anak-anak Terang! Sehingga keberadaan kita seharusnya menjadi berkat bagi sesama, menjadi inspirasi bagi orang lain. Dan yang jauh lebih indah adalah, ketika perjumpaan kita dengan orang lain mampu mewartakan kabar baik, yang menuntun orang pada Jalan Keselamatan. Sebagai murid Yesus semoga hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati. Amin.

Penulis : Br. Paulus FIC

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments