Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, kini tiba saatnya kita menerima janji dari Sang Juru selamat yang hadir dalam Pentakosta. Apa itu Pentakosta? Pentakosta merupakan salah satu rangkaian peristiwa iman umat kristiani. Juga merupakan satu kesatuan dari peristiwa Paskah kebangkitan Kristus. Setelah Yesus menderita, Ia bangkit dari orang mati atau dari kubur-Nya dan hidup kembali. Lalu selama 40 hari lamanya, Ia hidup kembali bersama para murid-Nya, lalu kemudian naik ke Surga.
Ketika Roh kebenaran ini datang, itulah yang akan dirayakan oleh para murid pada hari raya Pentakosta. Atau dikatakan bahwa, Pentakosta adalah hari pencurahan Roh Kudus yang sudah dijanjikan oleh Yesus. Mengapa disebut hari Pentakosta? Sebab terhitung dari hari kebangkitan-Nya, yaitu hari ke 50 atau sepuluh hari setelah Yesus naik ke Surga.
Pada bacaan Kis. 2:1-11 terjadi hal yang tidak seperti biasanya, artinya tidak disangka seperti sebelumnya,’’turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin yang sangat keras” yang juga berarti dimaksud disini adalah Roh.
Angin adalah lambang dari kuasa Roh yang tidak kelihatan namun dirasakan dan mempengaruhi : “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hingap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus”.
Pada bacaan injil Yoh 20:19-23 Yesus menampakkan diri kepada muridmurid-Nya. Yesus datang dan berdiri ditengah-tengah mereka dan berkata : DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, pada ucapan Yesus memenuhi para Rasul dalam menerima janji sang guru yaitu Roh Penghibur pada Pentakosta sehingga mampu berkata-kata dalam Bahasa Roh, Roh Kudus yang mengubahkan, telah memberi kesanggupan kepa- da para rasul untuk tidak hanya mampu berkata-kata dengan bahasa mereka sendiri, tetapi juga Roh Kudus memberi kesanggupan kepada mereka untuk bersaksi dengan menggunakan bahasa-bahasa lain yang dimengerti oleh semua orang yang mendengar. Roh Kudus mengubahkan orang-orang percaya untuk berkata-kata menurut bahasa yang diberikan oleh Roh itu. Artinya orang-orang percaya diberi kesanggupan untuk berkata-kata menurut keinginan atau kehendak dari Roh Kudus itu dan bukan menurut keinginan atau kehendak manusia. (ayat 4b).
Roh Kudus mengubahkan orang-orang saleh dari segala bangsa yang ada di kolong langit yang sebelumnya saling terpisah satu dengan yang lain dapat berkerumun atau menyatu. Mereka bersama (secara oikumenis), melihat, mendengar dan memahami, para rasul diubahkan oleh Roh Kudus sehingga dapat berkata kata dalam bahasa mereka sendiri.
Dengan demikian bisa kita mengerti Roh Penghibur yang dijanjikan mampu membawa sukacita dan DAMAI DAN SEJAHTERA seperti yang diungkapkan Yesus saat hadir ditengah tengah para murid-Nya.
Apakah kita juga mampu membawa SUKACITA DAN SEJAHTERA kepada orang-orang di sekitar kita lewat perkataan, kehadiran kita dalam karya, tugas, pelayanan, dunia kerja dan dimana saja kita berinteraksi dengan orang-orang sekitar kita? Atau malah sebaliknya?... Mari kita jawab lewat perjalanan hidup kita.
Dengan PERAYAAN PENTAKOSTA ini berakhirlah MASA PASKAH.
Penulis : Sr Loren, SFMA
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa