Bukalah Pintu dan Berbagilah

Saudara dan saudari yang baik dan dikasihi Tuhan.

Pada Minggu ini, Tuhan Yesus kembali mengajarkan kita sebagai pengikut-Nya untuk menjadi sesama manusia. Kerap kali kita hanya mengikuti dan menghayati ajaran Kristus di dalam lingkaran sedarah semata yaitu keluarga. Yesus mengajak kita untuk membuka mata, telinga dan hati terhadap penderitaan sesama mulai saat ini dan di dunia.

Dalam bacaan pertama, Nabi Amos mengkritik umat yang terlena dengan kenyamanan hidup di Yehuda dan tidak peduli dengan sebagian bangsanya yang telah dibuang. Terkadang kita mempunyai kecenderungan yang sama jika suatu bencana terjadi pada kita secara langsung dan personal, maka kita cenderung mengabaikannya. Bahkan, kita mengabaikan mereka yang menderita dan “berbaring” dekat pintu rumah kita (ay. 20) dengan berkata, “saya tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain”.

Yesus pun mengingatkan kita untuk keluar dari zona nyaman dan bergerak untuk meringankan penderitaan sesama. Harta kekayaan yang dianugerahkan Tuhan hendaknya digunakan sebagai saluran kasih bagi sesama yang membutuhkan. Ketika terjadi penderitaan dan ketidakadilan di lingkungan sekitar, kita dipanggil Tuhan untuk tidak sekadar merasa iba tetapi bergerak untuk meringankan beban sesama kita. Sabda Tuhan dan homili yang kita dengarkan setiap hari sepatutnya menuntun hidup dan tindakan kita tidak hanya secara personal, tetapi dalam hubungan dengan masyarakat serta dunia.

Kita tidak perlu menunggu untuk menjadi miliarder untuk dapat membantu sesama. Dengan segala rezeki dan rahmat yang dimiliki, kita diajak untuk mau berbagi dengan tetangga maupun umat lingkungan yang perlu diringankan bebannya. Melalui teladan Ibu Teresa pelindung Paroki, kita diingatkan untuk mulai berbagi dari hal-hal sederhana agar dapat semakin memanusiakan sesama. Dengan demikian kita pun melaksanakan kehendak Allah sebagaimana diingatkan Rasul Paulus : kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih kesabaran dan kelembutan (1 Tim 6:11).

Semoga Tuhan Yesus yang murah hati memberikan kehendak dan kekuatan untuk mengejarnya. Salam berbagi dan merakyat.

Penulis : Fr. Carolus Budhi Prasetyo

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments