Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus bersabda kepada para murid-Nya, agar mereka tidak takut akan orangorang yang memusuhi mereka karena mereka mengabarkan Injil. Hal ini dikatakan Yesus, karena para rasul akan mengabarkan kebenaran, Yesus Kristus, ke seluruh daerah. Bagi beberapa orang-orang Yahudi dan orang-orang asing, pewartaan para rasul itu merupakan hal yang aneh dan akan menimbulkan perdebatan, bahkan perselisihan dan pertumpahan darah. Berkenaan dengan itu, Yesus menekankan bahwa pada akhirnya Kebenaran Sejati itulah yang akan menang, sebab manusia tidak memiliki kuasa untuk membinasakan Kebenaran Sejati itu.
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. -Mat 10:28
Yesus mengajak kita untuk senantiasa tidak takut untuk mewartakan kebaikan. Walaupun mungkin ada pihak yang memusuhi kita, hendaknya tidak mengganggu niat kita untuk selalu melakukan hal yang baik. Akan tetapi, hendaknya kebaikan yang kita lakukan berlandaskan ketulusan hati dan niat yang murni. Jangan sampai kita salah mengartikan Injil ini sebagai peneguhan dari kepentingan kita saja. Oleh karena itu, untuk mendapatkan landasan itu, Yesus mengajak kita untuk meneguhkan niat baik kita dalam doa dan refleksi. Dengan berdoa, kita mengundang Allah untuk menyertai niat baik kita. Dengan berefleksi, kita membuka kembali niat baik kita dan memperkaya niat baik kita dengan cakrawala yang lebih luas, seperti masukan-masukan dari diri sendiri dan orang lain. Dengan demikian, niat baik kita makin murni dan berkenan di hadapan Allah. Dengan demikian, kebenaran seperti itu yang dimaksud Yesus; kebenaran yang tidak perlu takut untuk diwartakan.
Penulis : Frater Gabe Yohanes
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa