BKS Bergulat dengan Kata dan Sabda - Tingkatkan Kebiasaan Baca Kitab Suci dan Iman Umat

Membaca, merenungkan dan berbagi bagian yang menarik dari Kitab Suci sesuai dengan pengalaman sendiri adalah salah satu program unggulan Lingkungan St. Paulus (Raka Lingkungan 2019). Program yang sering disebut BKS ini kemudian diteguhkan dan disepakati saat "Camping Rohani Lingkungan Paulus” di Bogor yang dimulai tanggal 11 September 2019.

Kitab Amsal adalah kitab pertama yang dipilih di awal program. Kitab ini kemudian dipilah menjadi banyak perikop oleh Bapak Jonner Samosir, umat lingkungan Paulus yang sedang menekuni KS di KPKS St. Paulus, Jakarta. Satu perikop secara berurutan kemudian diambil setiap hari oleh Sie Pewartaan Lingkungan dan dishare bersama form online singkat ke umat melalui grup WA lingkungan.

Umat mengisinya setelah membaca perikop. Ada pertanyaaan tentang ayat yang menarik dan mengapa ayat itu menarik. Kumpulan tanggapan umat kemudian diunduh dan dibagikan di grup WA lingkungan. Umat saling belajar dari sharing hal tersebut. Seperti inilah gambaran singkat kegiatan BKS yang dilakukan setiap hari Senin sampai Sabtu sejak November 2019.

Tanggapan Umat
Minggu pertama bulan Agustus 2020, umat lingkungan Paulus sudah membaca dan merenungkan kitab Amsal, Injil Markus, kitab Ayub, dan Kitab kejadian dalam 212 edisi. Berdasarkan survei evaluasi yang ditanggapi oleh 16 umat yang telah berpartisipasi dalam program ini, program BKS ini mendapat tanggapan positif dari umat.

Tetap lanjutkan terus. Semua perlu proses panjang bisa menjadi habitus suatu komunitas atau umat Allah itu sendiri”, ungkap salah satu umat. Di waktu yang berbeda, umat yang lain memberikan saran yang menarik, “Berikan Quiz berhadiah setelah selesai satu kitab”. Bacaan Kitab Susi juga akan dibagikan di grup WA sesuai saran dari umat ini, “Bisa dicoba dengan menampilkan bacaannya di grup”.

Keunggulan BKS
Program BKS ini mendapat tanggapan positif dari umat karena beberapa hal. BKS membantu mereka mengenal Tuhan lebih dekat dan menambah iman kepercayaaan, memiliki kebiasaan embaca kitab suci karena dilakukan hampir setiap hari, dan merupakan “reminder” bagi mereka untuk membaca kitab suci.

Di sisi lain, program ini belum bisa menjangkau banyak umat. Hanya 15% (kurang dari 20) umat baru bergabung. Untuk itu saran dan permintaan umat akan dilakukan supaya kegiatan ini berkelanjutan, sehingga umat lingkungan Paulus lebih banyak lagi membaca Kitab Suci.

Tetap lanjutkan terus. Semua perlu proses panjang bisa menjadi habitus suatu komunitas atau umat Allah itu sendiri”, ungkap salah satu umat. Di waktu yang berbeda, umat yang lain memberikan saran yang menarik, “Berikan Quiz berhadiah setelah selesai satu kitab”. Bacaan Kitab Susi juga akan dibagikan di grup WA sesuai saran dari umat ini, “Bisa dicoba dengan menampilkan bacaannya di grup”.

Semoga saran dan permintaan umat ini sungguh membawa lebih banyak umat mengenal- Nya lebih dekat dan menambah iman.

Liputan : Emilius German.

Gambar : Lingkungan St. Paulus


Post Terkait

Comments