Tidak terasa sudah satu setengah tahun kita mengalami masa pandemi. Tak terkecuali para pelayan liturgi dari Bidang Peribadatan Paroki Cikarang harus mengalami dampaknya dengan perubahan tata cara dalam merayakan Perayaan Ekaristi.
Banyak dinamika yang terjadi pada para pelayan liturgi selama persiapan sampai saat melayani umat dengan keterbatasan. Tapi disini kami hanya ingin berbagi tentang sukacita dan keseruan dalam pelayanan. Tentu aneh bukan, akan tetapi memang sukacita ini sungguh nampak dalam wajah-wajah para pelayan liturgi yang sampai hari ini tetap setia dan semangat. Syukur kepada Allah yang telah melimpahkan roh sukacita kepada pelayan liturgi dan umat Cikarang.
Apa saja sih keseruan dan sukacita yang dirasakan? Dari sepuluh seksi dalam peribadatan ini mari kita mulai berbagi sukacita dengan di mulai dari luar gedung gereja.
• Sie Parkir : rumput dan alang-alang di lahan gereja bukan halangan bagi mereka, justru menjadi tantangan dengan tim yang terbatas dapat membuat layout baru parkir misa di masa kehidupan normal baru. Menyemprot, memotong rumput di terik matahari, bahkan menguruk area yang becek dengan bekerjasama dengan warga sekitar yang ingin membuang puing.
• Sie Tata Laksana : menata kursi dan membantu mengarahkan umat adalah tugas biasa bagi mereka, di masa pandemi ini tak kenal lelah mempersiapkansarana dan prasarana protokol kesehatan dari menyapu, menata kursi hingga mempersiapkan tempat cuci tangan. Merupakan sebuah sukacita dapat membantu umat dalam melaksanakan protokol kesehatan misa di gereja emi kebaikan bersama.
• Sie Sound System : ada pengetahuan baru yang diperoleh mereka yang di masa pandemi ini bersinergi dengan Sie Komsos dalam melayani umat melalui misa streaming. Sering kali mendapat tantangan saat menjelang misa semua harus dicek dan koordinasi dengan komsos demi lancarnya misa streaming.
• Sie Pasdior : kangen menyanyi dalam paduan suara tentu dialami oleh mereka dalam masa pandemi ini, saat ini melayani umat dengan menjadi pemandu lagu serta jawaban-jawaban umat supaya misa tetap hidup dan meriah. Tidak pantang menyerah sie ini membuat beberapa koor vitual yang bagus dan melibatkan lingkungan-lingkungan bahkan Romo kita pun turut serta. Beberapa rekaman lagu liturgi pun dibuat untuk membantu misamisa yang sangat terbatas jumlah petugasnya.
• Sie Lektor : sie ini dikenal juga sebagai pewarta. Mereka beroleh sebuah tantangan karena tugas 3 orang dalam misa normal saat ini hanya diperbolehkan 1 orang saja. Hal ini karena memang dibatasinya jumlah pelayan liturgi sesuai Pedoman Umum KAJ dan puji Tuhan bisa berjalan baik. Kegiatan rutin tetap dilakukan oleh lektor/lektris walau hanya secara daring, sehingga dapat saling berbagi tentang pelayanan ke anggota lain, bagaimana kesulitan dan tantangan dalam tugas masa pandemi ini, misalnya harus ikut tes antigen, membaca dengan masker kadang dapat tugas tambahan dari Romo dan lain-lain. Bahkan ada pertemuan rutin daring yang dikemas dengan acara kuis yang seru dan menarik selain latihan bersama.
• Sie Pemazmur : mewartakan sabda dengan bernyanyi menjad tugas sie ini. Bernyanyi dengan memakai masker menjadi tantangan tersendiri, pernah bertugas menjadi pemandu lagu pun dijalani. Berlatih rutin lewat daring dan lomba mazmur online pun menghiasi masa pandemi menjadi penuh sukacita. Semangatnya terus mengalir terutama dengan adanya mazmur yang baru.
• Sie Tata Hias Altar : hiasan tanaman hidup selalu menghiasi altar setiap minggu. Tak kenal lelah menata setiap Sabtu dengan senang hati walau sebagai petugas namun tak bisa ikut misa. Mereka tetap bersyukur ada beberapa yang menyumbangkan tanamannya untuk ditaruh di gereja walau ada beberapa tanaman menjadi mati. Pernah membuat rumah tanaman juga akhirnya hancur kena badai. Tapi saat ini mulai lega karena lingkungan sudah mulai terlibat lagi bersama-sama tentu dengan prokes juga ya…
• Sie Prodiakon : menjadi koordinator misa, pembagi komuni, pengantar komuni lansia tetap dengan semangat dijalani. Di masa pandemi ada hal baru dalam sie ini yaitu pengambilan SMK oleh PPK online. Mempersiapkan SMK setiap Sabtu dan melayani umat PPK online di hari Minggu, Prodiakon yang bersinergi dengan sektor di Paroki sangat bersuka cita karena bisa melayani umat yang rindu Tubuh dan Darah Kristus dengan protokol kesehatan juga tentunya.
• Sie Putra Altar - Putri Sakristi : Adik-adik PA-PS tentu rindu dengan pelayanannya di altar karena satu setengah tahun tidak bisa bertugas. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai bertugas kembali. Walaupun lama tidak bertugas namun kegiatan daring tetap berjalan. Natal bersama, pertemuan rutin daring, bahkan Lomba John Paul Cup pun tidak ketinggalan dan turut berperan serta. Semangat ya adik-adik….
• Sie Sakristi : sejak dimulainya misa online, sie ini langsung mepersiapkan segala sesuatu perlengkapan liturgi. Bahkan sebelum dimulai juga beberapa kali mengecek semua perlengkapan liturgi yang ada di ruang Sakristi. Tetap setia melayani misa adalah membahagiakan, baik misa mingguan maupun misa-misa khusus. Dari membersihkan area panti imam dan mempersiapkan segala sesuatunya. Tak mau kalah anggota sie ini juga melakukan doa bersama rutin secara online.
Semua yang sudah berjalan baik ini bukan berarti tidak ada tantangan atau kesulitan. Bahkan terjadi juga ketidaksamaan dan perbedaan pendapat semua seksi di bidang Peribadatan. Dengan pertemuan rutin dan intensif menjelang kegiatan ataupun persiapan bersama untuk misa mingguan secara online, semua seksi bisa latihan, saling berdiskusi dan berbagi.
Tak ketinggalan juga acara kebersamaan seperti Paskah bersama juga turut meramaikan suasana dalam masa pandemi ini. Maka, mari kita syukuri bahwa semua ini adalah karya Roh Kudus, sehingga pelayanan dalam perayaan ekaristi tetap berjalan, sehingga Allah semakin dimuliakan dan umat diselamatkan.
Penulis : Henry Kuswahyudi
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa