Bersiap untuk Kedatangan-Nya

Dalam suatu kelas pengajaran, seorang guru memberi pengajaran kepada murid-muridnya. Mendekati waktu ujian, guru tersebut memberi daftar soal yang akan keluar saat ujian nanti. Para murid mengira ini jebakan dari guru sehingga beberapa dari mereka tidak mempelajari dari soal itu.

Di saat ujian, mereka terkejut ternyata soal ujian sama persis seperti yang diberikan oleh guru itu. Sayangnya tidak semua dari murid yang mepercayai guru itu dan akhirnya mereka kesulitan untuk mengerjakan soal. Pengalaman ini menunjukkan bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman para murid yang sudah diberitahu tentang keadaan akhir jaman. Bacaan Injil yang kita dengar pada hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memberi tahu kepada para murid-Nya bagaiamana suasana akhir jaman (bdk. Markus 13:24-27).

Suster, bruder, ibu, bapak, dan saudara terkasih Perjalanan hidup yang kita jalani selama ini bukan sekedar mengalir dan hanyut dengan waktu berjalan. Kita akan diminta untuk bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan dan saat itu terjadi di saat yang kita tidak tahu.

Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan peristiwa tragis yang merenggut sepasang suami istri yang adalah publik figur terkenal. Keadaan terjadi begitu cepat meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan penggemarnya. Beberapa menyebutnya bahwa peristiwa yang mendadak ini sudah ada gejalanya bagi orang-orang terdekat. Hanya saja gejala tidak persis mereka mengerti sampai saat ketika kejadian itu terjadi barulah mereka sadar.

Peristiwa lainnya yang bisa menjadi contoh adalah cuaca belakangan ini yang ditunjukkan dengan hujan turun deras dan beberapa daerah sudah mengalami banjir. Tentunya keadaan ini mengajarkan untuk kita siap dengan membawa payung atau jas hujan ketika berpergian serta melakukan perencanaan aksi tanggap darurat bila terjadi banjir.

Bacaan-bacaan yang kita dengar pada hari ini terkait dengan contoh-contoh peristiwa yang saya sampaikan, yaitu menguji kesiapan kita, khususnya dalam hal iman. Iman yang terhubung moral hidup, menghargai kebaikan selama hidup, dan moral sosial, menjalin relasi antar personal yang harmonis.

Menghargai kebaikan sebagai bentuk iman yang membantu untuk kita senantiasa siap di saat Kedatangan Anak Manusia. Kebaikan dalam bentuk kasih, yaitu penerimaan diri dan mau berdamai dengan diri sendiri. Hal berikutnya untuk menjalin reasi antar personal dengan peduli, berbagi, dan tenggang rasa pada sesama. Hal pokok yang yang ingin disampaikan dalam permenungan bersama ini adalah terus berjuang nilai kebaikan dan menjaga hubungan yang harmonis sebagai pentuk kesaksian dari iman kita sehingga kita menjadi pribadi yang siap saat Tuhan datang.

Berbuat kebaikan dengan tidak jemu karena pemazmur berkata:

"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, Di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."
-Mazmur 16:11-

Penulis : Rm. Camellus, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments