“Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama-sama...” - Kis. 1:14
Secara fisik, Yesus Kristus sudah diangkat ke surga. Ia, secara fisik, meninggalkan para murid-Nya, para followers yang tercerahkan oleh hidup-Nya, para wanita, sanak-saudara, keluarga, bahkan ibu-Nya sendiri, Maria. Tentu, apa yang kita sendiri pikirkan selanjutnya adalah, “Terus mereka gimana nasibnya?”
Memang, semasa hidup-Nya Yesus menjanjikan bahwa akan datang “Penghibur” yang akan hadir menemani dan menjadikan mereka saksi-Nya di dunia. Namun, pertanyaannya kapan “Penghibur” itu akan datang kepada mereka. Tidak ada jawaban yang pasti selain setelah Yesus Kristus pergi. Di dalam ketidakpastian sambil menunggu kedatangan “Penghibur”, satu hal yang dilakukan oleh para murid, para perempuan, Bunda Maria, dan saudara-saudara Yesus dalam masa penantian itu adalah dengan bertekun bersama dalam doa.
Di tengah ketidakpastian, banyak hal dapat terjadi dalam hidup kita. Kadang kita mulai overthinking dengan segala hal yang akan terjadi, padahal belum tentu apa yang dipikirkan bakal terjadi. Kadang pula muncul rasa putus asa karena merasa tidak ada harapan yang bisa digapai. Atau mungkin juga merasa acuh tak acuh dengan kondisi yang akan terjadi ke depannya karena punya pengalaman buruk dan dikecewakan akan ekspektasi sana-sini.
Dari bacaan hari ini, satu hal yang perlu kita lakukan adalah berdoa dengan tekun. Ketika masa depan kita tidak menentu, mintalah selalu doa dan dukungan dari keluarga/teman/kerabat kita agar dapat menghadapi masa depan tanpa kecewa. Atau, ketika merasa sudah dijanjikan akan sesuatu, bawalah itu di dalam doa agar dapat menjadi berkat bagi sesama ketimbang keuntungan pribadi semata; dan tidak menjadi sumber kekecewaan bila hal itu tidak terjadi dalam hidup kita.
Dalam masa penantian ini juga, mari kita bersama berdoa agar “Penghibur” hadir dalam diri kita untuk menjadi berkat bagi sesama.
Penulis : Frater Yohanes Febrianyto Rete
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa