Berdirilah Tegak, Jangan Goyah, Giatlah Selalu Dalam Pekerjaan Tuhan

Saudari/a yang terkasih, Inji hari ini bicara tentang bagaimana menjadi murid yang sejati. Menjadi murid yang sejati itu harus belajar terus menerus, refleksi dan melakukan perbuatan baik sebagai buah dari benih sabda yang Yesus tanamkan. Sebagai murid Yesus, punya misi menolong dan mengarahkan banyak orang untuk datang kepada Yesus. Yesus mengutus muridNya berdua-dua ke kampung-kampung yang akan dikunjungi-Nya untuk mempersiapkan kedatangan Yesus. Maka tugas murid adalah mempersiapkan hati orang untuk menerima Yesus. Inilah tugas perutusan para murid.

Yesus menyampaikan agar para murid tidak pernah berhenti belajar dari Yesus. Untuk mempersiapkan dan mengarahkan orang kepada perjumpaan dengan Yesus. Sebagaimana seorang guru harus mempersiapkan diri dengan mendalami sendiri atau belajar dari orang lain tentang pokok pelajaran agar dapat mengajar dengan baik, demikian juga para murid harus belajar. Yesus mengajarkan pokok-pokok penting yang harus kita miliki agar dapat menolong orang dan mengajar mereka tentang keberadaan dan visi Yesus datang ke dunia.

Para murid akan menjadi sama dengan Sang Guru setelah mereka banyak hidup bersama Yesus. Dalam hidup bersama Yesus, para murid mendengar perkataan dan menyaksikan perbuatan Yesus. Pengajaran  Yesus dapat didengar lewat khotbah, perumpamaan, dialog dan debat Yesus dengan tokoh agama, kelompok sosial yang ada di kalangan orang Yahudi. Tak hanya itu, ini dapat disaksikan saat Yesus mengadakan mukjizat, penyembuhan orang sakit, pergaulannya dengan semua lapisan masyarakat termasuk orang yang dianggap berdosa, dan terutama menyaksikan sengsara, wafat, dan kebangkitanNya. Lewat itu semua para murid menangkap dan memahami visi Yesus.

Saudari/a, Yesus juga menyampaikan agar menjadi murid yang sejati harus selalu refleksi pribadi yang terus-menerus. Sejauh mana perkataan dan tindakan kita sesuai dengan ajaran dan jalan-jalan yang diperintahkan oleh Yesus. Jika kita tidak pernah berefleksi maka kita sangat gampang jatuh pada sikap menghakimi orang lain. Sementara sikap menghakimi sangat jauh dari harapan Yesus sebagai murid yang sejati. Satu sikap yang perlu dihindari dan dijauhi agar kita dapat menjadi anak Allah yang baik dan seorang murid yang sejati adalah sikap munafik. Seorang munafik itu memperankan watak dan karakter yang berbeda dari kepribadian yang ia miliki. Oleh karena itu Yesus mengatakan, “kalau orang buta memimpin orang buta yang lain, pasti keduanya akan jatuh ke dalam selokan. Tidak ada murid yang lebih besar dari pada gurunya. Tetapi murid yang sudah selesai belajar, akan menjadi sama seperti gurunya”.

Menjadi buta secara fisik adalah memang tidak menguntungkan. Tetapi ada hal yang lebih buruk dari kebutaan fisik. Dan inilah yang sedang dikatakan Yesus kepada kita: “mengapa kalian melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau lihat?” Mereka yang tidak pernah berefleksi, artinya tidak pernah melihat balok dalam matanya sendiri, demikian menganggap diri lebih beriman. Dari sinilah lahir dan berkembang sikap dan perilaku munafik dan menghakimi.

Selain itu Yesus juga mengajarkan kepada kita bahwa sebagai muridNya yang sejati kita harus melakukan aksi atau tindakan pertolongan kepada orang lain. Dalam rangka melakukan aksi/tindakan yang baik dan pelayanan kepada sesama, kita harus memiliki integritas dan hati yang baik sebagaimana Yesus ajarkan kepada para murid-Nya. Berdirilah tegak, jangan goyah, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Marilah kita semua belajar untuk menjadi murid-murid Yesus yang sejati.

Tuhan memberkati.

Penulis : Romo Antara, Pr.

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments