Barang Siapa Makan Roti Ini, Ia Akan Hidup Selama-lamanya

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita YesusSaudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Pada Hari Minggu ini kita merayakan TUBUH DAN DARAH KRISTUS. Pesta Corpus Christi, atau dikenal secara resmi dalam Gereja Katolik sebagai Hari Raya Tubuh danDarah Kristus, adalah sebuah hari raya yang diakui oleh Gereja Katolik. Tujuannya adalah untuk menghormati Ekaristi ejak awal Gereja dengan setia mewartakan dan mengaktualisasikan ajaran Yesus: “Daging-Ku adalah makanan dan darah-Ku adalah minuman” (Yoh 6:55).

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus telah ditetapkan sebagai perayaan resmi Gereja sejak abad ke-13.Hari Raya ini dirayakan pertama kali oleh para imam dan umat beriman di Gereja St Martin, Liège. Sejak tahun1970, Konferensi Uskup menetapkan Hari Raya Corpus Christi (Hari RayaTubuh dan Darah Kristus) di Indonesia dipindahkan pada hari Minggu sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Maka pada kesempatan ini kembali kita mau mencari kehendak Tuhan untuk kita renungkan dan lakukan dalam perjalanan hidup kita melalui sabda-Nya dalam bacaan Injil hari iniYoh. 6:51-58, ROTI HIDUP yakni Yesus sendiri yang kehadiran nyata dalam Ekaristi Kudus sehingga BARANG SIAPA MAKAN ROTI INI, IA AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA.

Seorang santo yang dihormati oleh gereja yakni Santo Fransiskus dari Assisi jelaslah bahwa yang nampak baginya dalam Ekaristi Kudus adalah Yesus Kristus sendiri, Putera Allah dan Allah, yang jejak-jejak-Nya mau diikuti olehnya. Yesus yang miskin, yang meskipun Allah, mengosongkan diri-Nya sehabis-habisnya dan sepenuh-penuhnya. Oleh karena itu Fransiskus meminta supaya para saudara-imam agar sungguh-sungguh suci, benar-benar pantas dan kudus. Dan apabila semua hal itu terjadi dapatlah “mereka mengasihiNya melampaui semuanya, menghormati serta memuja-Nya (lihat SurOr).

Hendaklah seluruh diri manusia gemetar, seluruh dunia bergetar dan langit bersorak-sorai, apabila Kristus, Putera Allah yang hidup hadir di atas altar dalam tangan imam! O keagungan yang mengagumkan dan kesudian yang menakjubkan! O perendahan diri yang luhur! O keluhuran yang merendah!Tuhan semesta alam, Allah dan Putera Allah, begitu merendahkan diriNya, sampai Ia menyembunyikan diri dalam rupa roti yang kecil, untuk keselamatan kita! (SurOr 26-27) Dia menimbang sebagai sesuatu sikap tidak menaruh hormat, jika waktu mengizinkan, kalau dia tidak mendengar Misa paling sedikit sekali dalam sehari. Dia menerima Komuni Suci seringkali dan dengan sikap yang begitu saleh, sehingga membuat orang-orang lain menjadi saleh juga. Mengikuti hal yang patut dimuliakan itu dengan segala rasa hormat dia mempersembahkan semua anggota tubuhnya, dan selagi menerima Anak domba yang disembelih dia mengorbankan rohnya sendiri dalam api yang selalu terbakar di altar hatinya. Karena inilah dia mencintai Perancis[12] sebagai seorang sahabat Tubuh Tuhan.

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Apa yang boleh kita petik dari Hidup santo tersebut Bagaimana Ia mencintai dn menghormati TUBUH DAN DARAH KRISTUS sehingga Tema kita BARANG SIAPA MAKAN TUBUHKU IA AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA artinya Komuni Suci seringkali dan dengan sikap yang begitu saleh, sehingga membuat orangorang lain menjadi saleh juga, sikap pengorbanan yang ditunjukkan Yesus yakni pengorbanan TubuhNya mengalir dan menyatu dalam hidup kita yang juga akan membawa orang kepada sikap mau berkorban sehingga KITA YANG MENYANTAP TUBUHNYA AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA. Semoga. Amin

Penuli : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments