Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita memasuki Hari Minggu Pekan Biasa XXVII. Kita diajak untuk merenungkan Injil Suci menurut St. Matius. Nyanyian Kebun Anggur dalam Perjanjian Lama (Yes 5:1-7) menceritakan betapa Tuhan Sang Pemilik Kebun Anggur, begitu mengasihi Kebun Anggur-Nya, yakni Israel. Kebun itu dicangkul, dibersihkan, ditanami pokok anggur pilihan dan dipelihara, tetapi sayang sekali pokok anggur itu tidak menghasilkan buah anggur yang baik. Kualitas produk dari Kebun Anggur itu amat mengecewakan. “Apakah lagi yang harus diperbuat untuk Kebun Anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?” (Yes 5:4) Inilah ungkapan kekecewaan Tuhan terhadap umatNya yang tidak setia dan tidak menghasilkan buah-buah baik dalam hidupnya. “Sebab, Kebun Anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran” (Yes 5:7).
Saudara-saudari yang terkasih, Yesus memakai kisah Kebun Anggur dalam perumpamaan. Penggarappenggarap yang dipercaya sang pemiik Kebun Anggur bersikap takabur, sombong dan tidak tahu diri. Hamba-hamba (para nabi) yang diutus untuk menerima hasil Kebun Anggur justru dianiaya, dipukul, dilempari batu, bahkan diusir. Hal itu terjadi berkali-kali. Hingga akhirnya sang pemilik kebun mengutus putranya dengan harapan bahwa para penggarap akan mendengarkannya. Yang terjadi justru sebaliknya, anaknya justru dianiaya karena dianggap sebagai ahli waris sang pemilik kebun. Mereka membuangnya keluar kebun dan membunuhnya. Inilah tindakan keji dan keterlaluan para penggarap Kebun Anggur!
Saudara-saudari, Tuhan telah memberikan segala sesuatu kepada kita untuk kita kembangkan dalam hidup ini. Sudah sepantasnyalah kita menghasilkan buah-buah kebaikan dalam hidup kita. Sebagaimana disabdakan Yesus Kristus Sang Pokok Anggur Sejati, kita akan menghasilkan buah-buah berlimpah apabila kita bersatu dengan-Nya.
Melalui Sabda Tuhan hari ini, kita bisa bertanya, apa sebenarnya yang Allah kehendaki atas hidup kita? Allah rindu menemukan “pekerja anggur” yang setia dan tekun, yang mampu menghasilkan anggur manis. Allah ingin kita menjadi pribadi yang setia dengan perutusan masing-masing. Allah sumber damai sejahtera menyertai kita, jangan takuuut!! Allah masih percaya kepada kita dan memberikan kesempatan untuk bekerja di Kebun AnggurNya. Apakah kita menggunakan kesempatan ini dengan baik? Saatnya kita kembali mencanangkan komitmen sebagai pekerja Kebun Anggur-Nya.
Penulis : Rm. Antara, Pr
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa