Aku dan Kamu Dikasihi Tuhan

Dalam kalender liturgi, Minggu, 27 November 2022, Gereja memasuki masa Adven yang dimulai dengan Hari Minggu Adven I. Sabda Yesus yang kita dengarkan dalam Mat. 24:37-44 mengajak kita untuk berjaga-jaga. Istilah "berjaga-jagalah", "persiapkanlah", "datanglah", serta "sambutlah" adalah kata-kata yang akan sering kita dengarkan selama masa Adven, baik dalam Bacaan Suci maupun dalam lagu liturgi. Tuhan mengingatkan kita bahwa waktu kedatangan-Nya tidak pernah kita duga. Oleh karena itu, tidak heran Tuhan mengingatkan kita untuk berjaga-jaga. Perlu kita sadari bersama bahwa berjaga-jaga bukanlah waktu di mana kita berdiam diri menunggu Tuhan datang tanpa berbuat apa-apa. Berjaga-jaga juga bukan suatu kesempatan bagi kita untuk berada di balik tembok zona nyaman kita. Tuhan juga tidak menginginkan kita untuk menyambut kedatangan-Nya dengan cara yang demikian. Kita tidak boleh pasif menunggu kedatangan-Nya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, mengingatkan kita untuk "... menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan per lengkapan senjata terang!" (Rm. 13:
12). Tindakan yang menjauhkan kita dari Tuhan adalah suatu kegelapan, apapun itu bentuknya. Kita tidak bisa "hidup" dalam situasi seperti itu. 

Tema yang ditawarkan pada pertemuan pertama Bulan Keluarga 2022 sangat menarik untuk kita perhatikan dan refleksikan, yaitu "Aku dan Kamu Dikasihi Tuhan". Siapa yang tidak butuh
dikasihi? Tentu tidak ada. Semua orang ingin dikasihi. Siapa yang tidak bisa mengasihi? Tentu juga tidak ada. Semua orang bisa mengasihi, walaupun terkadang dalam situasi tertentu memang sulit untuk dilakukan. Dengan keyakinan itu, mengasihi bukanlah hal yang mustahil bagi kita untuk diwujudkan. Mengapa? Karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi manusia. 
Oleh karena kasih Allah yang begitu luar biasa bagi kita, sudah sepatutnya kita juga mengasihi Allah dengan bersikap baik kepada sesama kita. Kasih Allah sendiri yang menggerakkan hati kita untuk melihat sesama kita yang sedang mengalami kesulitan dan itu
dimulai dari keluarga. Dalam keluarga, kita dilatih untuk bisa saling mengasihi. 
Hal itu nampak ketika kita mau saling menanyakan kabar, berdoa bersama, memperhatikan dan merawat anggota keluarga yang sedang sakit, memberikan apresiasi ketika anak berprestasi, meneguhkan mereka yang mulai hilang harapan, serta saling menghormati satu dengan yang lain. Hal semacam ini sangat sederhana namun dampaknya begitu luar biasa. Akan lebih luar biasa lagi ketika hal tersebut kita lakukan kepada teman sekolah kita, rekan kerja kita, tetangga kita, hingga orang-orang yang kita jumpai. Inilah situasi yang diinginkan oleh Tuhan bagi kita untuk menyambut-Nya, yaitu mengasihi sesama.

Masa Adven adalah masa di mana seluruh umat beriman mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Yesus ke dunia. Oleh karena itu, sebagimana yang dikatakan oleh nabi Yesaya, "... mari kita berjalan di dalam terang TUHAN." (Yes. 2:5). Pada kesempatan yang berharga ini kita diajak untuk mampu berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan dengan bergerak aktif untuk berbuat kasih. Hal itu sangat mungkin terjadi bila kita memiliki kesadaran bahwa Tuhan telah mengasihi kita. Semoga Roh Kudus mengobarkan semangat cinta kasih dalam diri kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Penulis : Fr.Richard Sadin

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments