Sabtu, 29 November 2025 lalu, perwakilan Seksi Pendidikan Paroki Cikarang yang tergabung dalam grup pengajar agama Katolik mengikuti Rekoleksi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan se-Dekenat Bekasi. Kegiatan dilaksanakan sejak pagi pukul 08.00 hingga selama kurang lebih 5 jam di Ruang Vincentius Paroki Kalvari, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Rekoleksi diikuti oleh ratusan guru dan pengurus Seksi Pendidikan dari paroki-paroki di seluruh Dekenat Bekasi. Mulai dari paroki Bekasi, Bekasi Utara, Harapan Indah, Jatiwaringin, Kampung Sawah, Kranji, Lubang Buaya, Taman Galaksi, Kranggan, dan tak lupa perwakilan pengajar agama Katolik paroki tercinta kita Paroki Cikarang. Kegiatan seminar bertujuan untuk memperingati dan memaknai Hari Guru Nasional serta menguatkan panggilan para pendidik Katolik khususnya pengajar Agama Katolik di sekolah-sekolah Negeri ataupun sekolah swasta nonkatolik di wilayah Bekasi. Yang lebih istimewa, acara rekoleksi tersebut dibawakan oleh Romo Ch.Kristiono Puspo, S.J yang berkarya di Cikarang, tepatnya Kampus Ministry ATMI Cikarang.
Rekoleksi diawali dengan perkenalan jajaran pengurus seksi pendidikan setiap paroki serta sambutan hangat dari tuan rumah Paroki Lubang Buaya yaitu Romo Johan Ferdinand Wijshijer, Pr atau akrab disapa Romo Fe. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi jasa-jasa guru serta menegaskan pentingnya peran guru dalam setiap perkembangan knowledge maupun religious-nya setiap jiwa peserta didik.
Kegiatan pembuka pun dilanjutkan dengan menggugah semangat nasionalis, apresiasi mendalam terhadap jasa guru, serta rasa cinta penghormatan kepada Gereja Kalvari melalui persembahan lagu Indonesia Raya, Hyme Guru, dan Mars Kalvari. Disambung dengan doa pembuka oleh Ketua II Sie Pendidikan Dekenat Bekasi Bapak Bonaventura Bagyo dan sambutan dari Ketua Panitia Ibu Martina Sulistyo Hastuti. Dalam sepatah kata-nya, Ibu Martina menyampaikan laporan singkat bahwa rekoleksi dihadiri oleh hampir dua ratus peserta serta menyelipkan rasa terima kasih tak terhingga terhadap paroki-paroki se-Dekenat Bekasi yang telah mengizinkan, mendukung, dan mengirimkan perwakilan-perwakilannya sehingga rekoleksi dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Tiba saatnya, kegiatan inti yang dinantikan peserta yaitu sesi rekoleksi dengan narasumber Romo Ch. Kris- tiono Puspo, S.J. Pada awal pemaparannya, Romo Kris (demikian sapaan akrab beliau), mengulik perjalanan singkat studi, karya, dan jalan panggilannya hingga saat ini beliau berkarya mendampingi mahasiswa teknik di Kampus Ministri ATMI Cikarang. Kisah singkat beliau itu nampak jelas menyiratkan sepak terjang dan lika-liku seorang pendidik dari masa ke masa yang penuh tantangan.
Mengajar sebagai Jalan Pulang kepada Sang Pencipta merupakan topik pemaparan materi yang dipilih Romo Kris dalam pemaparan materinya. Beliau mengawali pembicaraan hangat dengan menyampaikan “Guru sinner but Yet Called”. Peserta diajak untuk merefleksikan kembali hakikat panggilan mereka. Bukan sekadar profesi, panggilan guru lahir dari kemurahan Tuhan, bukan kesempurnaan manusia. Sedangkan kelemahan, bukan-lah hambatan melainkan ruang bagi ‘rahmat’ bekerja. "Setiap kelas adalah ‘liturgi harian’ yaitu sebagai tempat setiap guru mempersembahkan dirinya.
Seorang guru Katolik pun ketika mengajar diharapkan dengan kesabaran, ketelatenan, serta kasihnya, sekaligus dapat menyucikan dan menjadi pembimbing perjalanan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, guru dipanggil untuk hidup sebagai kokreator bersama Allah. Iman kita harus menjadi pondasi kokoh yang menginspirasi setiap metode pengajaran, setiap teguran, dan setiap pujian yang kita berikan," ujar Romo Kris dalam sesi tersebut.
Selanjutnya melalui nilai Ignatian, peserta diajak untuk menggali kedalaman spiritualitas Kristiani dalam tugas mendidik. Guru dipanggil untuk menghadirkan kualitas: sebagai pembimbing, cura personalis atau penuh perhatian, pendengar setia dalam setiap dialog dari hati ke hati, menuntun dengan penuh kasih, serta mampu berdiscernment atau membaca gerak batin murid. Terakhir tugas utama guru adalah membantu murid menemukan dirinya, bukan untuk meniru guru. Dan guru bukan hanya mengajar pelajaran, tetapi mengajarkan kehidupan. Salah satu kegiatan yang menyentuh adalah sesi sharing dan tanya jawab. Pada sesi ini para guru berbagi pengalaman tantangan dan sukacita dalam mendidik. Mereka mengakui bahwa menjadi inspiratif seringkali berarti harus bersabar, berbelas kasih, dan melihat setiap siswa bukan hanya sebagai murid, tetapi sebagai anak bahkan pribadi yang dicintai oleh Tuhan.
Salah satu peserta rekoleksi menyampaikan kesaksiannya, "Rekoleksi ini membuka mata hati saya. Seringkali kita risau dengan hambatan dan kendala teknis, fokus pada kurikulum atau fokus pada ketercapaian nilai akademik. Kita lupa bahwa pekerjaan yang paling utama adalah membentuk karakter. Melayani dengan iman Kristiani berarti mengajar dengan cinta tanpa syarat." Menutup kegiatan rekoleksi, bersama Romo Kris sebagai narasumber sekaligus pemimpin Misa, para peserta diajak untuk bersyukur dan bersukacita atas rahmat, panggilan luhur sebagai guru maupun pendidik dalam Perayaan Ekaristi Kudus.
Dalam homilinya, secara spesial Romo Kris mempersembahkan kisah Misterius Tumbler yang Hilang, sebuah renungan dalam Terang Pedagogi Ignatian. Kasus Anita yang viral di dunia maya karena postingannya kehilangan tumbler di kereta dapat menjadi refleksi batin kita. Dalam pandangan Pedagogi Ignatian, kita dapat memaknai bukanlah botol tumbler yang hilang, tetapi kepekaan batin. Nilai-nilai pendidikan dengan cepat beralih dari kehidupan sosial. Maka, melalui rekoleksi ini diharapkan Pedagogi Ignatian dapat menjadi pedoman para peserta sebagai sosok guru yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menularkan semangat Kristus dalam keseharian mengajar mereka.
Peserta pun diharapkan menjadi titik tolak bagi para guru, pengajar, dan pemerhati pendidikan khususnya di Dekenat Bekasi untuk memperbaharui semangat, kembali kepada sumber inspirasi yang sejati, dan terus mencerahkan jiwa anak didik mereka dengan terang iman Kristiani.
Agnes RahayuningsihSubsie PAK - Sie Katekese_PCGIT